Shila at Sawangan

Pentingnya Nomor Sertifikat Tanah

Memahami Pentingnya Nomor Sertifikat Tanah Sebagai Bukti Kepemilikan

Nomor sertifikat tanah merupakan salah satu hal paling penting yang harus Anda perhatikan ketika membeli sebuah tanah. Nomor ini nantinya bisa digunakan untuk mengecek keabsahan sertifikat tanah yang Anda miliki. Apakah dokumen tersebut asli dan sah atas nama Anda sendiri, atau palsu? Tidak hanya itu, nomor sertifikat tanah ini juga nantinya bisa melindungi Anda jika sewaktu-waktu ada hal buruk terjadi. Misalnya, ada pihak yang mengaku bahwa tanah yang Anda tempati adalah miliknya. Atau ada pihak yang tidak bertanggung jawab berniat untuk menjual belikan tanah Anda tanpa seizin pemilik aslinya. Maka dari itu, Anda harus memahami fungsi dari sertifikat tanah dan elemen penting lainnya yang ada. Mari kita simak penjelasan lengkapnya di bawah ini. Apa itu Nomor Sertifikat Tanah? Badan Pertanahan Nasional atau BPN, mengeluarkan kode unik yang terdiri dari 14 digit angka pada sebuah sertifikat tanah atau rumah. Deretan angka tersebut adalah nomor sertifikat tanah yang dibuat dan disusun berbasis sistem khusus. Artinya, angka yang panjang tersebut tidak dibuat secara sembarangan. Bahkan Setiap angka memiliki artinya masing-masing. Misalkan, nomor sertifikat tanah Anda adalah 01.60.05.10.9.40390. Maka artinya adalah: Perlu diketahui bahwa, kode unik atas kepemilikan hak tanah pun juga ada empat jenis. Yaitu: Ada banyak elemen di dalam sertifikat tanah. Maka dari itu, Anda harus mengetahui dimana letak nomornya. Pada sampul sertifikat tanah di bagian bawah, Anda bisa melihat ada 14 angka di dalam kotak. Itulah nomor sertifikat tanah milik Anda. Namun tata letak ini tidak sama pada setiap sertifikat, ya. Fungsi Nomor Sertifikat Tanah Sebelumnya sudah dijelaskan di atas bahwa nomor sertifikat tanah berfungsi untuk mengecek keaslian dari dokumen penting yang Anda miliki. Anda bisa melakukan pengecekan secara online atau dengan mendatangi kantor BPN secara langsung. Nomor panjang ini bisa membantu Anda dari pencegahan pemalsuan dokumen. Selain itu, fungsi nomor sertifikat tanah juga sebagai nomor registrasi di kantor Kementerian Pertanahan. Tentunya hal ini merupakan salah satu hal penting untuk memastikan bahwa properti yang Anda miliki adalah legal. Elemen penting ini juga merupakan sebagai bukti kepemilikan yang sah dan kuat. Deretan 14 angka tersebut bisa memberitahu siapa pemilik dari tanah atau rumah yang tertera. Di atas sudah dijelaskan arti dari 14 angka yang berada di dokumen legal ini. Dengan begitu, Anda bisa dengan mudah mengetahui dimana lokasi tanah atau rumah yang dimiliki dengan tepat dan akurat. Hal ini nanti akan berguna jika suatu saat Anda berencana untuk melakukan penjualan, pembelian, atau pinjaman yang berkaitan dengan aset properti. Mengecek Nomor Sertifikat Tanah Ada tiga cara yang bisa Anda lakukan untuk melakukan pengecekan nomor sertifikat tanah. Yaitu melalui aplikasi, situs website resmi BPN, dan mendatangi langsung kantor BPN setempat. Berikut penjelasannya: Aplikasi Sentuh Tanahku Aplikasi Sentuh Tanahku merupakan aplikasi mengenai pertanahan sebagai bentuk layanan informasi untuk masyarakat Indonesia miliki BPN. Anda bisa melakukan pengecekan berkas sertifikat tanah dengan cara: Situs Resmi Milik BPN Jika Anda tidak mau repot mengunduh aplikasi, Anda bisa mengeceknya secara online melalui situs resmi BPN. Berikut langkah-langkahnya: Kantor BPN Terdekat Apabila Anda tidak familiar dengan kedua cara di atas, Anda bisa langsung mendatangi kantor BPN setempat untuk mengecek keaslian nomor sertifikat tanah yang dimiliki. Biasanya untuk urusan ini hanya membutuhkan waktu sebentar dan tidak sampai berhari-hari. Setelah Anda mengikuti sejumlah proses, keabsahan dari sertifikat tersebut dicek berdasarkan beberapa hal. Seperti datar tanah, surat ukur, peta pendaftaran, dan buku tanah. Jika menurut pihak BPN dokumen tersebut legal dan aman, maka mereka akan memberikan cap pada sertifikat tanah tersebut. Namun sebaliknya jika dirasa meragukan, maka petugas akan mengajukan plotting untuk memastikan kebenaran dari data sertifikat. Baca Juga : Tips Beli Rumah Pertama untuk Pemula Itulah penjelasan singkat terkait elemen nomor sertifikat tanah, fungsinya, dan cara mengecek keasliannya. Nah, karena dokumen ini sangat penting, harap untuk tidak menghilangkannya, ya! Anda juga tidak boleh secara sembarangan meminjamkan dokumen ini kepada orang lain, meskipun itu keluarga sendiri. Agar tidak disalahgunakan di kemudian hari. Semoga artikel ini bermanfaat!

fasum

Serba-serbi Fasum Di Area Perumahan yang Perlu Anda Ketahui

Tentu kita sudah memahami apa itu fasilitas umum atau fasum, bukan? Tidak hanya di area terbuka saja, fasilitas ini juga diperlukan dan bahkan wajib ada dalam perumahan. Terutama perumahan besar dan luas. Mulai dari fasilitas kesehatan, taman bermain, tempat ibadah, dan lainnya. Tahukah Anda bahwa, pemerintah mengeluarkan peraturan terkait keberadaan fasum di lingkungan perumahan? Mari kita cari tahu lebih lengkapnya di artikel bawah ini. Apa itu Fasum? Fasilitas umum atau fasum adalah beberapa fasilitas yang disediakan untuk kebutuhan dan digunakan oleh masyarakat umum. Fasilitas ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan umum masyarakat. Seperti jalan akses, drainase atau saluran air, alat penerangan umum, jaringan listrik, taman bermain anak, ruang terbuka hijau, dan lainnya. Selain itu, hal yang perlu diperhatikan adalah proses pembangunannya. Harus menjaga kelestarian lingkungan alam di sekitarnya. Kemudian, fasum juga harus bisa mendukung pembangunan dalam sektor sosial, budaya, dan ekonomi.  Jika dalam perumahan, maka fasilitas tersebut harus bisa memenuhi standar dengan adanya lingkungan yang aman, sehat, dan nyaman sehingga para pembeli bisa menghuni rumah mereka tanpa rasa was-was. Baca Juga : Ciri-Ciri Rumah Sehat Menurut Kemenkes, Apa Saja? Aturan pemerintah terkait keberadaan fasum di dalam perumahan tercantum dalam Pasal 3 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 yang membahas perumahan dan permukiman. Dalam UU tersebut dijelaskan bahwa pengembang wajib menyediakan sarana dan prasarana dalam perumahan. Pembangunan fasum ini pun ditujukan untuk mendukung aktivitas para penghuni perumahan. Mulai dari drainase, tempat ibadah, taman bermain anak, tempat olahraga, fasilitas kesehatan, hingga area terbuka hijau. Semua fasilitas tersebut guna menciptakan lingkungan bisa membuat penghuni nyaman, terpadu, dan berkelanjutan. Jenis Fasum yang Sebaiknya Ada Di Area Perumahan Sesuai dengan peraturan yang disebutkan sebelumnya, developer yang baik dan pengertian akan mengalokasikan 40% area untuk membangun fasum ini. Berikut beberapa jenis fasilitas umum yang sebaiknya ada di area perumahan. DI antaranya adalah: Fasilitas Taman Bermain Anak Bisa berupa taman lapang yang diberi mainan untuk anak-anak seperti ayunan, perosotan, jungkat-jungkit, dan lainnya. Atau dengan membangun playground besar yang mencakup semua permainan anak untuk bersosialisasi, bertumbuh kembang, dan mengasah motorik. Tempat Ibadah Umumnya, tempat ibadah yang sering berada di area perumahan adalah masjid atau mushola. Namun tidak menutup kemungkinan jika ada fasum tempat ibadah untuk agama lainnya. Area Olahraga Area olahraga seperti jogging track, lapangan bola, lapangan bulutangkis, lapangan basket, alat gym, dan pendukung kegiatan olahraga lainnya. Fasum ini diadakan untuk mendukung kesehatan para penghuni. Pusat Perbelanjaan Tidak perlu yang besar seperti di pusat kota, cukup ada minimarket atau toko kelontong yang bisa menunjang kehidupan penghuni sehari-hari. Biasanya, setiap area perumahan selalu berdampingan dengan ruko yang nantinya akan ditempati oleh beberapa bisnis. Hal ini juga bisa menjadi penggerak roda ekonomi di lingkungan sekitar. Fasilitas Pendidikan Jika masih ada sisa lahan luas, sebuah area perumahan juga harus memiliki fasilitas pendidikan. Fasum ini seperti sekolah, tempat les, atau sejenisnya yang bisa menjangkau akses edukasi untuk para penghuni. Fasilitas Transportasi Hal ini mencakup area untuk sepeda, pejalan kaki, halte bus, dan lainnya. Tujuannya agar bisa mempermudah transportasi penghuni dalam mencapai kawasan perumahan. Fasilitas Kesehatan Fasilitas kesehatan atau faskes yang berada di kawasan perumahan tidak perlu seperti rumah sakit besar yang ada di kota. Cukup ada klinik umum, apotek, puskesmas, ambulance, dan lainnya yang bisa mendukung serta membantu kebutuhan penghuninya. Peraturan Terkait Fasum yang Perlu Diperhatikan Lalu bagaimana jika ada perumahan yang tidak menyediakan fasum di lingkungannya? Tentu saja akan mendapatkan sanksi administratif. Sesuai dengan Pasal 150 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011, meliputi: Untuk lebih lengkapnya, pihak developer bisa bertanya kepada Pemda setempat atau perangkat pengurus RT/RW untuk ketentuan pembangunan fasum di lingkungan perumahan. Hal ini merupakan bentuk tanggung jawab pihak pengembang kepada warga sekitar, pemerintah daerah, dan juga para calon penghuni perumahan tersebut. Itulah beberapa hal yang perlu Anda ketahui terkait fasum di area perumahan. Jadi, sebelum Anda membeli sebuah rumah, sebaiknya perhatikan juga apakah ada fasilitas umum yang memadai atau tidak. Sebab hal ini juga akan berpengaruh pada kehidupan Anda sehari-hari. Semoga artikel ini bermanfaat!