Tentu kita sudah memahami apa itu fasilitas umum atau fasum, bukan? Tidak hanya di area terbuka saja, fasilitas ini juga diperlukan dan bahkan wajib ada dalam perumahan. Terutama perumahan besar dan luas. Mulai dari fasilitas kesehatan, taman bermain, tempat ibadah, dan lainnya.

Tahukah Anda bahwa, pemerintah mengeluarkan peraturan terkait keberadaan fasum di lingkungan perumahan? Mari kita cari tahu lebih lengkapnya di artikel bawah ini.

Apa itu Fasum?

Apa itu Fasum?

Fasilitas umum atau fasum adalah beberapa fasilitas yang disediakan untuk kebutuhan dan digunakan oleh masyarakat umum. Fasilitas ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan umum masyarakat. Seperti jalan akses, drainase atau saluran air, alat penerangan umum, jaringan listrik, taman bermain anak, ruang terbuka hijau, dan lainnya.

Selain itu, hal yang perlu diperhatikan adalah proses pembangunannya. Harus menjaga kelestarian lingkungan alam di sekitarnya. Kemudian, fasum juga harus bisa mendukung pembangunan dalam sektor sosial, budaya, dan ekonomi. 

Jika dalam perumahan, maka fasilitas tersebut harus bisa memenuhi standar dengan adanya lingkungan yang aman, sehat, dan nyaman sehingga para pembeli bisa menghuni rumah mereka tanpa rasa was-was.

Baca Juga : Ciri-Ciri Rumah Sehat Menurut Kemenkes, Apa Saja?

Aturan pemerintah terkait keberadaan fasum di dalam perumahan tercantum dalam Pasal 3 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 yang membahas perumahan dan permukiman. Dalam UU tersebut dijelaskan bahwa pengembang wajib menyediakan sarana dan prasarana dalam perumahan.

Pembangunan fasum ini pun ditujukan untuk mendukung aktivitas para penghuni perumahan. Mulai dari drainase, tempat ibadah, taman bermain anak, tempat olahraga, fasilitas kesehatan, hingga area terbuka hijau. Semua fasilitas tersebut guna menciptakan lingkungan bisa membuat penghuni nyaman, terpadu, dan berkelanjutan.

Jenis Fasum yang Sebaiknya Ada Di Area Perumahan

Jenis Fasum yang Sebaiknya Ada Di Area Perumahan

Sesuai dengan peraturan yang disebutkan sebelumnya, developer yang baik dan pengertian akan mengalokasikan 40% area untuk membangun fasum ini. Berikut beberapa jenis fasilitas umum yang sebaiknya ada di area perumahan. DI antaranya adalah:

Fasilitas Taman Bermain Anak

Bisa berupa taman lapang yang diberi mainan untuk anak-anak seperti ayunan, perosotan, jungkat-jungkit, dan lainnya. Atau dengan membangun playground besar yang mencakup semua permainan anak untuk bersosialisasi, bertumbuh kembang, dan mengasah motorik.

Tempat Ibadah

Umumnya, tempat ibadah yang sering berada di area perumahan adalah masjid atau mushola. Namun tidak menutup kemungkinan jika ada fasum tempat ibadah untuk agama lainnya.

Area Olahraga

Area olahraga seperti jogging track, lapangan bola, lapangan bulutangkis, lapangan basket, alat gym, dan pendukung kegiatan olahraga lainnya. Fasum ini diadakan untuk mendukung kesehatan para penghuni.

Pusat Perbelanjaan

Tidak perlu yang besar seperti di pusat kota, cukup ada minimarket atau toko kelontong yang bisa menunjang kehidupan penghuni sehari-hari. Biasanya, setiap area perumahan selalu berdampingan dengan ruko yang nantinya akan ditempati oleh beberapa bisnis. Hal ini juga bisa menjadi penggerak roda ekonomi di lingkungan sekitar.

Fasilitas Pendidikan

Jika masih ada sisa lahan luas, sebuah area perumahan juga harus memiliki fasilitas pendidikan. Fasum ini seperti sekolah, tempat les, atau sejenisnya yang bisa menjangkau akses edukasi untuk para penghuni.

Fasilitas Transportasi

Hal ini mencakup area untuk sepeda, pejalan kaki, halte bus, dan lainnya. Tujuannya agar bisa mempermudah transportasi penghuni dalam mencapai kawasan perumahan.

Fasilitas Kesehatan

Fasilitas kesehatan atau faskes yang berada di kawasan perumahan tidak perlu seperti rumah sakit besar yang ada di kota. Cukup ada klinik umum, apotek, puskesmas, ambulance, dan lainnya yang bisa mendukung serta membantu kebutuhan penghuninya.

Peraturan Terkait Fasum yang Perlu Diperhatikan

Peraturan Terkait Fasum yang Perlu Diperhatikan

Lalu bagaimana jika ada perumahan yang tidak menyediakan fasum di lingkungannya? Tentu saja akan mendapatkan sanksi administratif. Sesuai dengan Pasal 150 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011, meliputi:

  • Peringatan tertulis
  • Pembekuan izin usaha
  • Pencabutan izin usaha
  • Pembatalan izin usaha
  • Pencabutan Insentif
  • Pembatasan kegiatan pembangunan
  • Penghentian sementara atau tetap pada pekerjaan pelaksanaan pembangunan
  • Penghentian sementara atau tetap pada pengelolaan perumahan
  • Penguasaan sementara oleh pemerintah atau disegel
  • Kewajiban untuk membongkar sendiri bangunan dalam jangka waktu tertentu
  • Pembatasan kegiatan usaha
  • Pembekuan izin mendirikan bangunan
  • Pembekuan atau pencabutan surat bukti kepemilikan rumah
  • Perintah pembongkaran bangunan rumah
  • Pengawasan
  • Kewajiban pemulihan fungsi lahan dalam jangka waktu tertentu
  • Pengenaan denda administratif
  • Penutupan lokasi

Untuk lebih lengkapnya, pihak developer bisa bertanya kepada Pemda setempat atau perangkat pengurus RT/RW untuk ketentuan pembangunan fasum di lingkungan perumahan. Hal ini merupakan bentuk tanggung jawab pihak pengembang kepada warga sekitar, pemerintah daerah, dan juga para calon penghuni perumahan tersebut.

Itulah beberapa hal yang perlu Anda ketahui terkait fasum di area perumahan. Jadi, sebelum Anda membeli sebuah rumah, sebaiknya perhatikan juga apakah ada fasilitas umum yang memadai atau tidak. Sebab hal ini juga akan berpengaruh pada kehidupan Anda sehari-hari.

Semoga artikel ini bermanfaat!

Author Profile

Shirley Candrawardhani
Shirley berkarir sebagai penulis profesional sejak 2012 yang berantusias menulis topik seputar bisnis, keuangan, dan hukum.