Selain desain fasad yang minimalis, ternyata ada desain lainnya yang populer dan berhasil menarik atensi serta hati para pencari rumah. Yaitu gaya arsitektur art deco. Bahkan di tahun 2023, gaya ini sempat populer di kalangan milenial karena bentuk bangunan yang unik dan berbeda dengan konsep lainnya.

Gaya art deco sudah termanifestasi di seluruh seni visual. Seperti arsitektur, lukisan, seni grafis, dekoratif, hingga patung. Secara garis besar, konsep ini adalah tentang menciptakan gaya baru yang bisa menyenangkan secara visual, namun tidak mengancam secara intelektual.

Lalu, bagaimana awal mula sejarah art deco? Bagaimana ide desainnya dalam arsitektur? Apa yang menarik dari gaya ini? Simak penjelasan lengkapnya di artikel bawah ini.

Apa itu Art Deco?

Apa itu Art Deco?

Art deco merupakan salah satu gaya seni yang dimulai hampir seabad lalu dan memiliki pengaruh yang abadi pada seni kontemporer. Jika dilihat dari visualnya, gaya ini memiliki ciri khas seperti garis-garis yang bersih, bentuk geometris, serta elemen-elemen dengan pola zig-zag atau chevron.

Lalu ada juga yang menjelaskan art deco sebagai sebuah gaya seni modern yang mencoba menanamkan objek fungsional dengan sentuhan artistik. Gaya seni ini merupakan deklarasi modernitas saat dunia memasuki abad ke-20 dan memiliki pengaruh besar dalam berbagai bidang. Sebut saja seperti arsitektur, seni dekoratif, lukisan, patung, desain, dan lainnya.

Sejarah Art Deco

Sejarah Art Deco

Jika kita membahas sejarahnya, maka kita harus kembali ke tahun 1920-an. Dimana art deco menjadi sebuah gerakan dalam seni dekoratif dan arsitektur yang berkembang di Eropa Barat dan Amerika Serikat sampai tahun 1930. Gaya ini pertama kali ditampilkan ke publik dari Exposition Internationale des Arts Décoratifs et Industriels Modernes pada tahun 1925 di Paris.

Dari situlah nama art deco diambil. Desain dari seni ini mempresentasikan modernisme yang berubah menjadi mode. Ada banyak produk yang ditampilkan. Namun semuanya berupa barang mewah yang dibuat dengan tujuan untuk menciptakan keanggunan dan melambangkan kekayaan serta kecanggihan yang anti-tradisional.

Salah satu karya arsitektur yang terkenal dengan gaya ini adalah Empire State Building, karya arsitek William van Alen. Dan masih ada banyak pelopor gerakan ini yang berjasa, agar gerakan seni ini masih bisa bertahan dan tetap populer di zaman modern.

Desain Art Deco Di Arsitektur

Desain Art Deco Di Arsitektur

Desain art deco di arsitektur bisa ditandai dengan penggunaan bentuk dan volume yang geometris dan juga dari bahan-bahan yang digunakan untuk membuat sebuah bangunan. Seperti stucco, chrom, baja, kaca dekoratif, terra-cotta, dan alumunium. Selain itu, warna cerah juga menjadi pertanda dari sebuah bangunan yang mengusung konsep ini.

Gaya arsitekturnya menggabungkan desain modern dengan elemen tradisional, abstrak dan geometris kubisme, serta penggunaan warna-warna cerah fauvisme. Di era modern seperti saat ini, gaya art deco sudah mengalami perubahan dan adaptasi. Bisa terlihat dari desainnya yang menggunakan garis-garis yang bersih serta dekorasi minimal. Fitur yang ingin ditonjolkan adalah rasa optimisme untuk masa depan.

Selain Empire State Building, karya arsitektur lainnya yang menarik adalah patung Christ the Redeemer yang berada di Rio de Janeiro, Brazil.

Apa yang Menarik dari Art Deco?

Apa yang Menarik Dari Art Deco?

Sebuah bangunan yang memiliki pola geometris kurva, garis-garis yang bersih, dan menggunakan banyak dekorasi dari logam seperti baja dan kuningan, sudah pasti dikenali sebagai art deco. Gerakan ini juga merangkul teknologi baru seperti penggunaan baja yang tahan karat untuk mengedepankan kesan glamor, mewah, dan canggih.

Jika ditanya apa yang menarik dari art deco, maka mungkin jawabannya terletak pada ciri khasnya yang paling menonjol. Yaitu penggunaan pola seperti zig-zag, segitiga, dan chevron, yang tidak akan Anda temukan di bangunan dengan gaya modern yang populer saat ini.

Lalu, bagaimana dengan gaya modern pada arsitektur? Perlu diketahui, modernisme atau gaya modern sebenarnya lahir dari art deco itu sendiri. Ini merupakan evolusi ramping dari art deco yang mulai muncul di tahun 1930 hingga 1940. Modernisasi merupakan sebuah perubahan yang disengaja dari apa yang saat itu dianggap sebagai gaya yang mencolok dari dekade sebelumnya.

Bahkan hampir semua aspek mengalami perubahan dan adaptasi dengan zaman. Misalnya menggunakan material baru seperti beton, kaca, baja, dan lainnya. Termasuk fasad bangunan yang terbuka dan tata letak yang revolusioner.

Hal yang menarik adalah gaya modernisasi masih menggunakan desain geometris yang merupakan ciri khas dari art deco. Disaat modernisme mengusung tema “less is more”, gaya art deco malah sebaliknya.

Karakteristik desain yang menonjol seolah menjadi bukti bahwa art deco memegang kendali dalam dunia arsitektur dan hampir di semua karya seni visual. Gaya ini juga mengedepankan keestetikaan dan fungsional dalam setiap karya seninya. Tidak hanya pada fasad rumah saja, tetapi juga pada dekorasi dan perabotan yang Anda gunakan sehari-hari.

Demikianlah penjelasan terkait art deco, sejarahnya, desain yang digunakan, hingga apa yang menarik dari gaya seni ini. Semoga artikel ini bermanfaat!

Author Profile

Shirley Candrawardhani
Shirley berkarir sebagai penulis profesional sejak 2012 yang berantusias menulis topik seputar bisnis, keuangan, dan hukum.