Skip to main content

Shila at Sawangan

Rumah Tumbuh

Rumah Tumbuh: Rumah Bertahap yang Menguntungkan

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan rumah, harga jualnya pun ikut naik dari waktu ke waktu. Hal inilah yang membuat banyak orang enggan untuk membeli rumah, dan lebih memilih untuk menyewanya. Padahal, ada satu solusi yang dapat Anda gunakan bila memiliki budget terbatas, yaitu rumah tumbuh. Mari kita bahas lebih lengkap di bawah ini. Apa itu Rumah Tumbuh? Rumah tumbuh adalah sebuah solusi cerdas dan bijak dalam membangun tempat tinggal yang fleksibel. Konsep dari jenis rumah ini adalah mengutamakan efisiensi dari segi keuangan, desain, serta tren properti yang terus berubah. Mengapa? Sebab dengan membangun rumah tumbuh, Anda bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan. Mulai dari bentuk fasad, luas halaman, jumlah anggota keluarga yang terus bertambah, hingga perubahan gaya hidup Anda. Artinya, rumah tumbuh adalah rumah yang dirancang untuk beradaptasi dengan kebutuhan pemiliknya di masa mendatang. Oleh karena itu, pembangunan rumah ini tidak dilakukan sekaligus. Melainkan secara bertahap, yang dapat disesuaikan dengan anggaran keuangan Anda pada saat itu. Mungkin pada awalnya rumah dibangun dengan ukuran kecil. Namun, seiring waktu berjalan dan dana yang dibutuhkan sudah ada, Anda dapat merenovasi rumah menjadi lebih besar sesuai kemauan. Di sisi lain, konsep rumah tumbuh juga dapat menjadi solusi untuk Anda yang memiliki dana terbatas namun tetap ingin memprioritaskan tempat tinggal. Baca Juga: Bagaimana Cara Beli Rumah Di Perumahan? Apa Keuntungannya? Jenis Rumah Tumbuh Kalau secara umum, jenis rumah tumbuh dapat ditambahkan ke atas atau ke samping. Tergantung pada ketersediaan sisa lahan atau area yang ada. Namun tidak menutup kemungkinan dengan konsep lainnya yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan di masa mendatang. Berikut penjelasan lengkapnya: Rumah Tumbuh Horizontal Sesuai namanya, jenis rumah tumbuh yang satu ini dapat ditambahkan ke area samping. Bila Anda memiliki sisa lahan atau area yang luas, maka hunian tersebut dapat dibangun ke samping. Kendati demikian, tempat tinggal ini juga dapat ditambahkan ke atas, sesuai kebutuhan Anda. Terlebih ketika hunian Anda berada di posisi hook. 3 Tips Pilih Waktu Tepat Beli RumahBaca Juga: Rumah Tumbuh Vertikal Rumah tumbuh vertikal adalah rumah yang fokus pembangunannya ke atas. Jenis rumah ini biasanya untuk lahan yang sempit. Alih-alih dilebarkan ke samping, pemilik rumah dapat menumbuhkannya ke atas dengan menambahkan dua atau tiga lantai sesuai kebutuhan. Rumah Split Level Selanjutnya ada rumah split level sebuah solusi yang dapat membantu Anda dalam menghemat anggaran. Rumahnya dibikin bertingkat, hanya saja dengan ketinggian tertentu. Jarak antara tiap lantai hanya sekitar puluhan meter saja. Berbeda dengan rumah bertingkat pada umumnya. Jenis rumah ini dapat menjadi solusi cerdas bagi Anda yang ingin punya rumah dua lantai namun tidak memiliki biaya yang cukup. Baca Juga: 7 Keuntungan Beli Rumah KPR yang Jarang Diketahui Cara Membangun Rumah Tumbuh Pada umumnya, cara membangun rumah tumbuh itu sama dengan pembangunan rumah konvensional. Perbedaannya hanya pada proses pembangunannya yang dilakukan secara bertahap. Nah, begini cara membangunnya: Buat Rencana Pembangunan Terlebih Dulu Cara pertama yang harus Anda lakukan adalah membuat rencananya terlebih dulu. Ketika Anda membuat rencana, hal yang perlu diperhatikan adalah memperhatikan prospek pembangunnya sampai di masa mendatang. Dalam hal ini Anda juga harus memikirkan apakah rumah akan dibangun tumbuh ke atas atau melebar ke samping. Anda dapat menyesuaikannya dengan lahan yang tersisa. Jika tidak ada sisa lahan yang banyak, maka rumah dapat dibangun ke atas. Bila ada sisa yang banyak, maka bisa dibangun ke samping. Lalu, perhatikan jenis pondasi yang digunakan. Pastikan pondasinya dapat menopang jenis rumah yang akan dibangun. Baik itu tumbuh ke atas atau ke samping. Agar tidak ada kerugian dan hal-hal buruk terjadi di masa mendatang. Jangan lupa juga untuk menyiapkan segala perizinan dan dokumen yang diperlukan selama proses pembangunan. Salah satunya IMB atau Izin Membangun Bangunan. Baca Juga: Konstruksi Bangunan: Pengertian, Tahapan, dan Jenisnya Rencanakan Denah yang Efisien dan Fleksibel Setelah merencanakan rumah yang akan dibangun, maka cara membangun rumah tumbuh selanjutnya adalah merencanakan desain yang efisien dan fleksibel. Contohnya membuat rumah dengan konsep open space, split level, serta fungsional. Dalam tahapan pertama, Anda dapat membangun rumah dengan ruang dasar terlebih dulu. Seperti kamar tidur, kamar mandi, dapur, dan ruang tamu atau ruang keluarga. Ruang tambahan lainnya dapat ditambah dengan menyesuaikan budget yang ada. Gunakan Material yang Berkualitas Material bangunan pun perlu menjadi perhatian utama. Pasalnya, rumah ini akan dibangun secara bertahap. Dengan demikian, Anda harus menggunakan material yang berkualitas dengan daya tahan lama agar masih kokoh bila hendak dibangun di masa mendatang. Terutama untuk pembangunan pondasi dan tembok rumah. Baca Juga: 10 Poin Penting Saat Bangun Rumah yang Harus Masuk Checklist  Menghitung Anggaran Anggaran menjadi hal penting dalam proses pembangunan rumah. Perhitungan ini termasuk pada biaya material, biaya pekerja, biaya tersembunyi, biaya perizinan, dan biaya lainnya. Sebaiknya, siapkan dana lebih untuk antisipasi kenaikan harga di masa mendatang. Membuat Jadwal Jika semuanya sudah dibuat, maka selanjutnya adalah membuat jadwal pembangunan dan pengembangan. Untuk masa kini dan masa mendatang. Fungsinya adalah agar proses pembangunan bertahap rumah Anda dapat berjalan sesuai rencana serta untuk menghemat biaya. Faktanya, jika proses ini dibiarkan tanpa jadwal dan berlarut-larut, maka uang Anda akan terkuras begitu saja. Baca Juga: 9 Biaya Tersembunyi Saat Beli Rumah yang Harus Disiapkan Memperhatikan Bangunan Sebelumnya Dikarenakan proses pembangunannya secara bertahap, maka Anda juga harus memperhatikan bangunan sebelumnya. Misalnya Anda ingin membangun rumah tumbuh vertikal. Maka sebisa mungkin untuk membangun lantai dua dan lainnya tidak mengganggu atau merusak lantai pertama. Kecuali bila Anda memang ingin merombak keseluruhannya. Demikianlah penjelasan singkat terkait rumah tumbuh, jenis, dan cara membangunnya yang perlu Anda ketahui. Konsep rumah ini dapat menjadi solusi bila Anda berencana ingin memiliki keluarga besar atau untuk mengikuti tren yang ada, tanpa harus mengeluarkan banyak dana sekaligus. Semoga artikel ini bermanfaat!

6 Keuntungan Beli Rumah Ukuran Kecil

Ini Dia 6 Keuntungan Beli Rumah Ukuran Kecil, Apa Saja?

Apakah Anda mengetahui apa saja keuntungan beli rumah ukuran kecil? Mungkin bagi sebagian orang, hunian dengan ukuran minimalis itu bukan tipe yang diinginkan. Tapi di sisi lain, tempat tinggal yang tidak terlalu luas ini ternyata justru memberikan hal-hal yang mungkin tidak Anda sadari sebelumnya. Ingin tahu apa saja keuntungan beli rumah ukuran kecil yang bisa Anda dapatkan? Baca terus penjelasan lengkapnya di artikel berikut ini. Apa Keuntungan Beli Rumah Ukuran Kecil? Tidak sedikit orang yang menganggap rumah ukuran kecil tidak efisien dalam tata letak barang. Sebab jumlah furnitur atau perabotan yang ditata dalam rumah itu terbatas. Padahal, dengan sedikit barang yang ada di rumah bisa membuat Anda berhemat, lho! Tidak percaya? Coba cari tahu apa saja keuntungan beli rumah ukuran kecil, dalam artikel berikut ini: Baca Juga: Berapa Tinggi Rumah Ideal? Ini Penjelasannya Mudah Ditata Siapa bilang kalau rumah ukuran kecil itu tidak bisa ditata? Justru, dengan ukuran rumah yang tidak terlalu luas ini, Anda hanya akan membeli furnitur atau perabotan yang memang dibutuhkan saja. Bahkan bisa membuat Anda mulai beralih pada furnitur fungsional untuk membuat tampilan rumah selalu bersih dan rapi.  Cepat dan Mudah Dibersihkan Keuntungan beli rumah ukuran kecil lainnya adalah cepat dan mudah dibersihkan. Tidak banyak area yang harus dibersihkan, sehingga kegiatan beres-beres rumah bisa cepat selesai. Selain tidak memakan waktu yang banyak, Anda juga tidak memerlukan tenaga yang banyak untuk membuat rumah bersih dan rapi. Sangat menguntungkan, bukan? Baca Juga: Desain Rumah Minimalis Modern, Karakteristik & Konsepnya Biaya yang Dikeluarkan Tidak Banyak Ternyata, ukuran rumah yang kecil itu berpengaruh pada harga jualnya. Berbeda dari harga jual rumah yang luas dan mewah, hunian dengan ukuran minimalis ini memiliki harga terjangkau. Seperti rumah tipe Myztro dari Shila at Sawangan yang harganya masih terjangkau untuk pasaran di pinggiran selatan kota Jakarta. Selain itu, biaya lainnya pun relatif lebih murah. Mulai dari membeli perabotan hingga biaya perawatan rumah. Artinya, Anda bisa lebih menghemat pengeluaran. Menguntungkan sekali, bukan? Harga Rumah Lebih Murah Perbedaan harga jual juga menjadi salah satu keuntungan beli rumah ukuran kecil selanjutnya. Bila Anda merasa budget yang dimiliki tidak mencukupi untuk beli rumah dengan ukuran yang besar, mungkin Anda bisa mempertimbangkan membeli yang ukuran kecil dan minimalis. Sebab harga jualnya jauh lebih murah dan terjangkau. Tidak heran jika banyak orang mengincar rumah minimalis untuk rumah pertamanya. Baca Juga: 8 Fasilitas Olahraga di Perumahan untuk Mendukung Hidup Sehat Rumah Anti Stres Konsep dan desain minimalis ternyata juga bisa membantu mengurangi stres, lho! Hal ini karena rumah dengan konsep dan desain minimalis lebih fokus pada fungsinya. Sebagai contoh penempatan TV pada kamar. Dalam konsep ini, Anda disarankan untuk tidak menempatkan TV pada kamar karena fungsinya untuk beristirahat. Sehingga Anda dapat memanfaatkan area yang ada untuk menempatkan perabotan fungsional lainnya. Seperti Myztro yang mengusung konsep rumah minimalis ala Japandi. Tidak hanya dapat menarik visual dari luar, tetapi juga dari dalamnya. Konsep open space yang membuat ruangan terlihat lebih luas, plafon tinggi dan ventilasi yang banyak untuk sirkulasi udara yang baik, serta konsep split architecture untuk memaksimalkan area yang ada. Memberi Rasa Nyaman Sebagian besar orang merasakan rumah dengan ukuran kecil dapat memberikan rasa nyaman. Sebab suasana di dalam rumah bisa menjadi lebih hangat. Selain itu, jarak dari ruangan satu ke ruangan lainnya juga tidak berjauhan. Jadi Anda dapat merasakan suasana hangat dan kenyamanan itu. Itulah beberapa penjelasan terkait keuntungan beli rumah ukuran kecil yang bisa Anda rasakan. Jika Anda membeli Myztro, Anda tidak hanya dapat merasakan keuntungan di atas saja. Tetapi juga fasilitas mewah ala resor yang lengkap, lingkungan yang asri dan hijau, serta lakeside view yang akan membuat Anda seperti healing setiap hari. Penasaran dengan unitnya? Langsung saja kunjungi gallery marketing kami di Shila at Sawangan. Jangan lupa pantau akun media sosial kami untuk mendapatkan informasi selengkapnya terkait promo dan penawaran menarik. Jangan lewatkan kesempatan ini, karena unitnya terbatas!

Pindah Rumah

Ketahui Hari Baik Pindah Rumah dan 9 Tips Praktisnya

Salah satu hal yang paling ditunggu-tunggu dan juga merepotkan adalah pindah rumah. Terutama bila Anda pindah ke rumah impian yang dibeli sendiri, bukan rumah sewa. Tentu euforia yang dirasakan berbeda. Namun dibalik semua kesenangan itu, Anda harus siap-siap dengan kerepotan dan pekerjaan untuk membungkus serta membongkar barang yang tidak akan selesai dalam satu hari saja. Jangan khawatir. Anda tidak perlu risau. Kami punya beberapa tips pindah rumah yang dapat Anda lakukan agar semuanya jadi lebih mudah dan praktis. Penasaran? Simak selengkapnya di bawah ini, ya! Tips Pindah Rumah yang Praktis Tidak dapat dipungkiri jika pindah rumah merupakan kegiatan yang paling banyak menguras tenaga. Hal ini karena adanya banyak perabotan dan barang-barang lain yang perlu dibungkus dan juga dibongkar. Belum lagi mengangkut semua barang tersebut ke truk. Duh! Nggak kebayang ribetnya seperti apa. Berikut ini ada beberapa tips pindah rumah yang dapat Anda lakukan agar lebih nyaman, mudah, dan praktis, di antaranya: 3 Tips Pilih Waktu Tepat Beli RumahBaca Juga: Buat Daftar Pindahan Tips yang pertama harus Anda lakukan adalah membuat daftar pindahan. Termasuk pengumpulan barang-barang, merapikannya dalam kardus atau kotak, membungkus barang pecah belah, mengurus dokumen pindah rumah, hingga membuat tanggal atau jadwal terkait alur pindahan. Agar lebih efisien, Anda dapat membuat daftar ini dari jauh-jauh hari. Minimal 30 hari sebelum pindahan agar tidak terburu-buru. Atur Anggaran Keuangan Perlu dicatat bahwa ada beberapa biaya yang perlu disiapkan. Contohnya: membeli kardus atau kotak penyimpanan barang-barang, membayar jasa pindah rumah, membayar sewa truk atau pick up, membeli printilan seperti lakban, spidol, label, dan sejenisnya, serta biaya darurat lainnya. Ada baiknya melakukan survey biaya untuk menyesuaikan budget dan layanan yang diinginkan. Baca Juga: 10 Poin Penting Saat Bangun Rumah yang Harus Masuk Checklist Pisahkan Barang yang Dibawa dan yang Tidak Saat melakukan organisir barang, tentu Anda akan menemukan barang-barang yang mungkin belum pernah dilihat sebelumnya karena sudah terlalu lama. Nah, sebaiknya pilih barang mana yang akan dibawa ke rumah baru dan mana yang tidak. Lalu pisah berdasarkan kategori tersebut. Nantinya, Anda dapat memutuskan apakah barang yang tidak dibawa akan disumbangin atau didaur ulang. Jangan lupa berikan label untuk memudahkan saat mencarinya. Perhatikan Barang Pecah Belah Salah satu hal yang bikin khawatir saat pindah rumah adalah barang pecah belah. Oleh karena itu, Anda harus menyimpannya dengan baik dan benar. Seperti melapisinya dengan bubble wrap, kertas, koran, busa, atau benda lainnya yang dapat meminimalisir gesekan satu sama lain. Untuk tambahan keamanan, jangan lupa berikan label atau tulisan “fragile” atau “pecah belah” di atas kotak penyimpanannya. Baca Juga: 10 Cara Cepat Beli Rumah Sendiri dengan Mudah Kumpulkan Barang Berdasarkan Kategori Hal yang dapat memudahkan Anda saat merapikan dan membongkar barang bawaan adalah dengan mengumpulkannya berdasarkan kategori. Misalnya, peralatan dapur berada di satu tempat yang sama, peralatan kamar mandi di kotak yang sama, perkakas berada di tempat yang sama, dan seterusnya. Sehingga Anda dapat mencari barang dengan mudah dan praktis. Manfaatkan Jasa Layanan yang Ada Saat ini sudah ada banyak jasa pindah rumah dan jasa bersih-bersih profesional yang dapat Anda manfaatkan. Tentunya tips ini akan mempermudah Anda dalam mengemas seluruh barang dan membersihkan rumah, baik rumah lama atau rumah baru. Sehingga Anda dapat menghemat tenaga dan waktu. Baca Juga: 7 Keuntungan Beli Rumah KPR yang Jarang Diketahui Simpan Barang Berharga dengan Hati-hati Barang berharga seperti dokumen, perhiasan, uang, dan lainnya harus disimpan dengan rapi dan hati-hati. Jangan campurkan dengan barang lainnya. Kalau bisa, buat penyimpanannya sendiri dan usahakan untuk selalu berada di dekat Anda. Tujuannya untuk meminimalisir resiko kehilangan atau rusak saat proses pindahan. Siapkan Kebutuhan Harian Langsung Pakai Mungkin, memindahkan barang dari rumah lama ke rumah baru cukup satu hari. Akan tetapi, proses menata ulang barang-barang di rumah baru itu yang tidak cukup satu hari saja. Bahkan bisa sampai berbulan-bulan karena disambi dengan pekerjaan lainnya. Seperti sekolah, bekerja, atau lainnya. Oleh karena itu, sebaiknya Anda siapkan kebutuhan harian yang bisa langsung dipakai. Misalnya peralatan mandi utama, baju ganti, alat makan, alat masak, obat-obatan, dan lain-lain. Dengan demikian, Anda tidak perlu mencari-cari barang yang diperlukan di tumpukan kardus-kardus. Baca Juga: Alasan Mengapa Anda Harus Membayar Biaya IPL Perumahan Jaga Kondisi Fisik Satu lagi tips pindahan rumah yang dapat Anda lakukan adalah menjaga kondisi fisik. Proses pindahan yang tidak sebentar ini tentu akan memakan banyak waktu dan tenaga. Bila kondisi fisik Anda menurun, maka sudah dipastikan hal ini akan memperlambat proses pindahan. Jaga kesehatan dengan istirahat yang cukup, makan sehat dan teratur, serta banyak olahraga. Dengan begitu, proses pindahan pun dapat terlaksana sesuai dengan jadwal yang sudah dibuat. Hari Baik Pindah Rumah Selain melakukan beberapa tips di atas, Anda perlu tahu kapan hari yang baik untuk pindah rumah. Orang-orang percaya jika pindah di hari yang baik, maka akan mendatangkan keberuntungan dan hal baik lainnya. Yuk, kita bahas satu per satu di bawah ini. Hari Baik Pindah Rumah Menurut Ajaran Islam Selain dari primbon, agama islam juga memiliki pedomannya sendiri. Berdasarkan literatur dari berbagai sumber, tidak disebutkan hari tertentu yang baik untuk pindah rumah. Hari apapun dianggap hari baik. Hanya saja, disarankan untuk pindah di bulan-bulan islam, seperti Sya’ban, Ramadan, atau Rajab bila rumah Anda menghadap ke arah timur. Jika menghadap ke arah barat, maka sebaiknya pindah di bulan Muharram, Rabiul Awal, atau Safar. Kalau menghadap ke arah utara, maka lebih baik pindah rumah di bulan Jumadil Awal, Jumadil Akhir, atau Rabiul Akhir. Lalu, jika rumahnya menghadap ke selatan, maka lakukan proses pindahan di bulan Syawal, Zulhijah, atau Zulkaidah. Baca Juga: 10 Cara Cepat Beli Rumah Sendiri dengan Mudah Hari Baik Pindah Rumah Menurut Primbon Jawa Primbon merupakan kitab warisan dari leluhur Jawa. Sampai saat ini masih banyak yang menganut dan percaya pada perhitungan primbon. Termasuk salah satunya hari baik untuk pindah dari rumah lama ke rumah baru. Nah, dalam hitungan primbon, Anda harus mengetahui neptu-nya terlebih dulu. Neptu adalah perhitungan weton untuk berbagai kegiatan dalam primbon. Anda dapat melakukan perhitungan ini sendiri atau bersama keluarga bila sudah punya. Berikut cara menghitungnya: Hari Neptu Nama Pasaran Neptu Senin 4 Pahing 9 Selasa 3 Pon 7 Rabu 7 Wage 4 Kamis 8 Kliwon 8 Jumat 6 Legi 5 Sabtu

Desain Rumah Klasik Eropa

10 Rumah Klasik Eropa yang Timeless, Mewah, dan Mempesona

Meskipun zaman sudah modern, nyatanya seni dari arsitektur klasik masih diminati sampai sekarang. Salah satunya adalah gaya rumah klasik Eropa yang elegan, mewah, dan terlihat menyatu dengan alam karena material yang digunakannya. Kelebihan lainnya dari gaya klasik yang timeless ini adalah dapat beradaptasi dengan iklim tropis Indonesia. Jadi, bagi Anda yang ingin merenovasi atau membuat rumah klasik Eropa, coba lihat dulu beberapa referensinya di bawah ini. Siapa tahu ada gaya yang pas untuk Anda. Simak terus sampai selesai, ya! Desain Rumah Klasik Eropa Rumah klasik Eropa memiliki perpaduan daya tarik dari berbagai macam negara. Seperti Prancis, Tudor, Mediterania, dan negara lainnya yang ada di benua Eropa. Setiap jenis rumah memiliki daya tarik dan ciri khasnya masing-masing yang menjadikannya estetika unik dan timeless. Dibandingkan dengan desain rumah minimalis yang modern, hunian dengan arsitektur klasik memiliki pesona vintage yang old money. Berikut beberapa pilihan desain rumah klasik Eropa untuk referensi dan inspirasi Anda, di antaranya: Baca Juga: Apa itu Rumah Klasik Modern? Seperti Apa Karakteristiknya? Country French House Desain yang pertama adalah rumah dengan gaya pedesaan Prancis, yang sudah ada sejak abad ke-18. Ciri khas dari rumah pedesaan ini adalah memiliki satu lantai dengan banyak jendela kecil, atap runcing lebih dari satu, dinding plesteran, pilar yang terbuat dari batu alam atau kayu, serta menggunakan material kayu untuk bingkai jendela dan pintunya. Untuk mendukung tampilan naturalnya, skema warna yang dipilih pun menggunakan warna netral atau earth tone. Baca Juga: Desain Rumah Minimalis Modern, Karakteristik & Konsepnya Rumah Gaya Tudor Perpaduan atap yang miringnya curam dengan atap pelana yang menonjol merupakan ciri khas dari rumah gaya Tudor yang sudah ada sejak abad ke-16. Eskterior dari rumah klasik dinasti Tudor Inggris ini menggunakan kayu dan batu bata yang juga berfungsi sebagai elemen dekoratif, serta jendela-jendela yang tinggi dan sempit. Berbeda dengan gaya rumah yang sebelumnya, rumah Tudor lebih sering menggunakan warna yang cerah atau netral untuk tampilan luarnya. Rumah Cottage Rumah cottage adalah rumah dengan gaya pondok yang menawan dan nyaman untuk ditinggali. Inspirasinya datang dari pondok-pondok beratap jerami di pedesaan Inggris pada abad pertengahan. Ciri khas utama dari rumah klasik Eropa ini terletak pada kombinasi atap yang curam dan atap pelana silang. Lalu menggunakan pintu yang melengkung, jendela tingkap dengan panel kecil, serta dinding yang diplester dengan semen, batu bata, atau batu alam. Baca Juga: Mengenal Hunian Modern, Karakteristik dan Keistimewaannya Klasik Ala Mediterania Kebanyakan rumah klasik Mediterania dipengaruhi oleh budaya dan gaya Spanyol. Memiliki halaman terbuka yang luas, rumah letter U, menggunakan ventilasi silang untuk mendinginkan ruangan dan mengalirkan udara segar, serta dinding yang diplester dengan semen, batu bata, atau batu alam. Bentuk atapnya sendiri ada yang datar atau menggunakan atap pelana. Beberapa rumah klasik ala Mediterania ada yang memiliki dua lantai dan beranda pada lantai atasnya. Italianate Gaya rumah Italianate terkenal dengan atapnya yang hampir datar dan detail hiasan yang ada di sekitar pintu, jendela, beranda, dan tiang penyangganya. Sebagian besar rumah klasik ini memiliki dua atau tiga lantai disertai dengan cerobong asap. Bentuknya seperti kotak persegi panjang yang besar dengan daya tarik visual pada detailnya. Jika dilihat dari atas, rumah yang terinpirasi dari gaya Italia ini akan terlihat seperti sebuah kubah. Baca Juga: Semua Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Rumah Mediterania dan Desainnya Rumah Tradisional Spanyol Sesuai namanya, rumah klasik Eropa ini memiliki sentuhan arsitektur tradisional Spanyol dengan atap merah terakota dan dinding plesteran putih. Memiliki taman yang luas, sedikit jendela, sturktur yang asimetris, dan memiliki lengkungan khas ala Mediterania. Rata-rata, rumah tradisional Spanyol ini tidak menonjolkan sisi kemewahannya. Namun mengutamakan kesan hangat dan nyaman. Rumah Klasik Eropa Modern Selanjutnya ada rumah klasik Eropa yang dipadukan dengan gaya arsitektur modern. Dari luar, tampilannya menyerupai desain Mediterania klasik. Sentuhan modern dapat dilihat dari penggunaan jendela kaca besar tanpa bingkai kayu dan plesteran marmer pada dindingnya. Membuat hunian ini terlihat mewah dan megah. Baca Juga: 10 Model Rumah Mewah dengan Berbagai Gaya Klasik Eropa dengan Air Mancur Rumah klasik Eropa dengan air mancur dan halaman luas ini terinspirasi dari arsitektur istana di pedesaan Prancis. Tempat tinggal yang megah ini menggunakan bata putih yang indah untuk tampilan eksteriornya. Jika Anda perhatikan, tidak semua bagian rumah memiliki dua lantai. Bagian depan pada sisi kanan dan kiri hanya memiliki satu lantai dengan atap runcing. Sementara bagian tengah dan belakangnya memiliki dua lantai dengan atap pelana. Klasik Minimalis Modern Merupakan tampilan klasik minimalis modern dari country French house. Dengan dinding full plesteran semen, jendela kaca dengan bingkai besar, serta perpaduan jenis material pada atapnya. Kendati dibuat dengan gaya arsitektur modern, bentuk fasad rumah ini masih menonjolkan gaya klasik tradisional yang megah. Baca Juga: 13 Pilihan Denah Rumah Minimalis Estetik, Unik, & Modern Luxury Craftsman Style House Satu lagi desain rumah klasik Eropa yang mungkin bisa menjadi referensi Anda, luxury craftsman style house. Merupakan sebuah rumah dengan arsitektur klasik yang daya tarik visualnya terletak pada eksterior batu dan dindingnya yang beraksen jendela kayu seperti di pedesaan Eropa. Di tengah-tengah halaman yang luas, ada air mancur yang dapat menambah nilai estetika dan daya tarik rumah. Pilar penyangga rumah juga membuat tampilannya sangat mewah, klasik, dan timeless. Itulah beberapa desain rumah klasik Eropa untuk referensi Anda. Kelebihan dari penggunaan bahan alami seperti batu dan kayu dari rumah klasik tradisional ini adalah dapat membantu kestabilan suhu di dalam rumah dan membuatnya tetap terasa sejuk. Jadi, Anda tetap dapat merasa sejuk meskipun cuaca dan suhu di luar panas. Desain mana yang Anda suka? Semoga artikel ini bermanfaat!

Membangun Rumah yang Ramah Lansia

9 Tips Membangun Rumah yang Ramah Lansia yang Aman & Nyaman

Mungkin istilah rumah yang ramah lansia masih terdengar asing di telinga Anda. Padahal, hal ini merupakan faktor penting yang harus dimiliki setiap rumah. Terlebih jika Anda memiliki orang tua yang sudah lanjut usia. Kenyamanan merupakan aspek nomor satu yang harus diberikan untuk mereka. Mari kita bahas lebih lanjut di penjelasan bawah ini terkait rumah yang ramah lansia. Apa itu Rumah yang Ramah Lansia? Age friendly housing atau rumah ramah lansia merupakan sebuah tempat tinggal yang dibuat sedemikian rupa untuk mendukung kehidupan orang-orang yang sudah lanjut usia, dengan aman, mandiri, dan nyaman. Tempat tinggal yang dimaksud bukanlah panti jompo, melainkan rumah sendiri. Seiring dengan bertambahnya usia, terutama untuk usia lansia, fungsi dan kemampuan kognitif tubuh mengalami penurunan. Tidak sedikit lansia yang membutuhkan alat bantu untuk beraktivitas sehari-hari. Seperti kursi roda dan tongkat atau kruk jalan. Maka dari itu, Anda harus membangun rumah yang ramah lansia untuk memudahkan mereka dalam melakukan kegiatannya setiap hari. Namun sayangnya, tingkat risiko keselamatan mereka sering kali dilupakan oleh keluarganya. Rumah yang tidak ramah untuk mereka dapat meningkatkan resiko jatuh dan kecelakaan. Padahal, membangun lingkungan yang ramah lansia dapat membantu mereka untuk melakukan kegiatan secara mandiri, menjaga kesehatan mental, serta meminimalisir resiko penyakit lanjutan. Baca Juga: 9 Kriteria Rumah Ideal Untuk Acuan Sebelum Membeli Rumah Tips Membangun Rumah yang Ramah Lansia Rumah yang ramah lansia haruslah memperhatikan aspek keselamatan dengan memberikan kenyamanan maksimal kepada para orang tua. Sama seperti rumah ramah anak, Anda harus menyesuaikan beberapa bagian agar aman untuk para lansia. Berikut beberapa tips yang dapat Anda lakukan: Gunakan Lantai Antislip Tips pertama adalah dengan menggunakan lantai antislip untuk menghindari jatuh karena lantai yang licin. Anda dapat menggunakan lantai dari papan kayu, lantai keramik dengan permukaan kasar, atau menggunakan karpet. Hal ini perlu diperhatikan karena kondisi tubuh lansia yang mulai sulit untuk menemukan keseimbangannya. Baca Juga: Berapa Luas Rumah yang Ideal Keluarga Indonesia? Ini Rinciannya Pasang Handrail Handrail atau pegangan tangan juga termasuk faktor keselamatan yang perlu diperhatikan lainnya. Pasang handrail pada kamar mandi untuk memudahkan mereka dalam duduk dan berdiri, serta berjalan. Selain di kamar mandi, Anda juga dapat memasang pegangan tangan ini di lorong atau dinding rumah, atau di area tempat dimana orang tua Anda sering beraktivitas. Perhatikan Kemudahan Akses dan Lalu Lintas Stamina orang tua Anda tidaklah seperti dulu. Maka dari itu, pastikan mereka mendapatkan kemudahan akses dan lalu lintas. Kendati demikian, mereka masih perlu bergerak untuk tetap aktif. Sebaiknya, dekatkan area kamar mandi, kamar tidur, dapur, dan ruang keluarga. Hal ini akan memudahkan mereka dalam bergerak dan tidak terlalu memakan tenaga. Bagi Anda yang memiliki rumah dua lantai, sebaiknya pindahkan kamar tidur orang tua di lantai satu. Selain itu, Anda juga harus memperhatikan jangkauan mereka. Seperti saat menjangkau keran wastafel, memasak, menyalakan lampu, mengambil piring, dan lain sebagainya. Bila ada yang menggunakan alat bantu seperti kursi roda atau kruk jalan, pastikan ukuran pintu dan lorong sesuai dan pas. Hindari juga penggunaan tangga pada area penting tersebut. Baca Juga: 7 Tips Membangun Rumah yang Kids Friendly dengan Mudah Luas Ruangan yang Cukup Rumah yang ramah lansia haruslah memiliki area yang cukup luas untuk mereka bergerak bebas. Tips ini nantinya akan membantu orang tua Anda menjadi lebih mandiri. Terutama untuk yang menggunakan alat bantu jalan. Diambil dari salah satu sumber, sebaiknya lebar ruas lorong rumah minimal 1,2 meter dan lebar pintu minimal 81 cm. Pencahayaan dan Ventilasi yang Cukup Tak hanya stamina, penglihatan lansia pun mulai berkurang seiring waktu. Untuk menjaga kesehatan matanya, maka rumah yang ramah lansia harus memiliki pencahayaan yang cukup dan terang. Sehingga mereka dapat melihat dengan jelas. Bila perlu, gunakan lampu yang memiliki sensor otomatis dan dapat diatur cahayanya. Lalu perhatikan juga ventilasi dan bukaan di rumah. Udara yang segar dapat membantu meningkatkan mood dan semangat mereka. Umumnya, para lansia suka berjemur di pagi hari. Jadi pastikan rumah Anda dapat menyediakan satu tempat khusus untuk berjemur. Baca Juga: Desain Rumah Minimalis Modern, Karakteristik & Konsepnya Gunakan Perabotan yang Aman Tips membangun rumah yang ramah lansia berikutnya adalah dengan menggunakan perabotan yang aman dan juga aman. Seperti penggunaan sofa, kursi, tempat tidur, meja, dan lain-lainnya harus disesuaikan tingginya dengan orang tua Anda. Tujuannya adalah untuk memudahkan mereka pada saat ingin duduk, berdiri, dan tidur. Pastikan juga perabotan yang digunakan stabil dan tidak goyang untuk menghindari kecelakaan yang tidak diinginkan. Selalu Sedia Alat Kesehatan Selanjutnya, Anda juga perlu menyediakan dan menyiapkan alat kesehatan. Seperti monitor tekanan darah, termometer digital, oksimeter, dan alat lainnya yang dapat memantau kesehatan orang tua. Baca Juga: 8 Sistem Keamanan Rumah Modern dan Canggih Agar Tetap Aman Periksa Kondisi Rumah Secara Rutin Satu lagi tips membangun rumah ramah lansia yang dapat Anda lakukan adalah memeriksa kondisi rumah secara rutin. Anda tidak bisa mengharapkan rumah selalu dalam keadaan bersih dan rapi. Ada baiknya untuk memeriksa secara berkala. Terutama di area atau ruangan yang sering digunakan. Seperti lantai kamar mandi, lantai dapur, memeriksa barang yang sudah habis, dan mengganti barang yang sudah rusak. Dengan begitu Anda dapat mencegah dan meminimalisir resiko bahaya. Pilih Lingkungan yang Tepat untuk Orang Tua Anda Hal lain yang perlu diperhatikan adalah lingkungan tempat tinggal Anda. Pilihlah lingkungan yang tepat, yang masih asri, bersih, serta dapat mendukung aktivitas para lansia di luar rumah. Seperti fasilitas yang ada di Shila at Sawangan. Tidak hanya dikelilingi oleh lingkungan yang asri, Shila at Sawangan juga memiliki fasilitas lengkap yang dapat mendukung aktivitas outdoor untuk para lansia. Seperti jogging track, lapangan olahraga, lakeside view, dan masih banyak lagi. Lingkungan ini nantinya akan membantu mereka untuk terus aktif, bersosialisasi, dan menikmati udara segar di luar rumah. Sehingga mereka juga tidak akan merasa bosan dan tentunya dapat meningkatkan mood. Perlu dicatat bahwa, para lansia juga perlu dibawa keluar rumah agar tidak cepat bosan. Dan kebetulan, Shila at Sawangan memiliki lingkungan yang dapat mendukung kesehatan mental dan fisik para lansia. Anda bisa langsung mengunjungi gallery marketing kami untuk mengecek lokasinya. Alamatnya di Jl. Raya Bojongsari No. 53, Bojongsari Lama, Bojongsari, Depok, Jawa Barat 16517. Atau membuat janji dengan tim pemasaran kami di nomor 0813-8885-4511.

Alat Elektronik Rumah Tangga

Alat Elektronik Rumah Tangga Berdasarkan Kebutuhan Areanya

Hidup berdampingan dengan teknologi yang canggih, membuat kehidupan sehari-hari menjadi nyaman. Tidak heran jika banyak orang yang berinvestasi pada alat elektronik rumah tangga untuk memudahkan pekerjaan mereka. Mulai dari memasak, menyimpan makanan, membersihkan rumah, mencuci, dan lainnya. Namun kira-kira, alat elektronik rumah tangga apa yang paling dibutuhkan? Kami akan memberikan beberapa rekomendasinya untuk Anda. Baca sampai selesai, ya! Rekomendasi Alat Elektronik Rumah Tangga Jika Anda perhatikan, hampir di setiap ruangan rumah Anda memiliki peralatan elektronik. Mulai dari teras depan hingga bagian belakang rumah Anda. Tak dapat dipungkiri bahwa keberadaan teknologi canggih ini dapat memudahkan pekerjaan sehari-hari. Dari sekian banyak alat elektronik rumah tangga, berikut beberapa rekomendasi yang wajib ada di rumah Anda berdasarkan areanya: Baca Juga: Mengenal Smart Home System, Teknologi Pintar untuk Rumah Modern Teras atau Halaman Depan Rumah Mari kita mulai dari bagian terdepan rumah Anda. Alat elektronik yang dapat Anda pasang di area ini meliputi: Semua peralatan tersebut dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan rumah Anda. Terlebih saat ini hampir semua sistem elektronik dapat dikontrol dari jarak jauh dengan menggunakan smart home system. Jadi Anda dapat mengatur dan menyesuaikannya dengan mudah tergantung kebutuhan. Ruang Tamu atau Ruang Keluarga Masuk ke dalam rumah, area pertama yang akan dimasuki adalah ruang tamu atau ruang keluarga. Peralatan elektronik yang ada di area ini umumnya lebih banyak. Namun peralatan yang umum wajib adalah: Baca Juga: Bagaimana Cara Menata Ruang Tamu yang Menyatu dengan Ruang Keluarga? Dapur Dapur merupakan jantung dari sebuah rumah. Jika tidak ada dapur, maka bisa dipastikan rumah itu kehilangan fungsinya sekian persen. Tidak hanya sekedar ruang untuk memasak, tapi juga sebuah ruangan dimana cinta dan kasih sayang tumbuh untuk seluruh keluarga. Alat elektronik rumah tangga yang biasanya ada di dapur adalah: Service Area Selanjutnya kita beranjak ke service area. Dimana Anda melakukan laundry dan segala urusannya. Berikut rekomendasi alat elektronik yang ada di area ini: Kamar Tidur Kamar tidur merupakan area dengan alat elektronik rumah tangga yang lebih personal. Semuanya disesuaikan dengan gaya, kebutuhan, dan preferensi pemilik kamar, seperti: Baca Juga: 10 Desain Kamar Tidur Remaja Simple Kamar Mandi Umumnya, peralatan elektronik di kamar mandi tidaklah banyak. Hal ini karena sifat kamar mandi yang selalu basah dan bermusuhan dengan listrik. Namun bukan berarti Anda tidak dapat memasang alat elektronik rumah tangga. Berikut barang-barang yang umumnya ditempatkan: Ruang Kerja atau Ruang Baca Selanjutnya ada area ruang kerja atau ruang baca yang peralatan elektroniknya tidak banyak tapi juga tidak sedikit, seperti: Dari beberapa rekomendasi alat elektronik rumah tangga di atas, sebaiknya pilih yang hemat energi dan dapat dikontrol menggunakan perangkat pintar. Selain untuk efisiensi energi, Anda juga dapat mengatur, mengontrol, dan menyesuaikannya dengan mudah. Pilih juga peralatan yang memiliki teknologi pintar. Saat ini, ada banyak peralatan elektronik yang dilengkapi dengan smart device. Ada yang dapat mendeteksi jumlah orang di satu ruangan, mendeteksi kebakaran, mendeteksi wajah, hingga mendeteksi tindakan yang mencurigakan. Jadi, sebaiknya pilih alat elektronik rumah tangga yang tidak hanya memudahkan urusan Anda, tetapi juga membuat perasaan menjadi nyaman dan tenang. Ada berapa alat elektronik rumah tangga di kediaman Anda? Apakah semuanya ada? Semoga artikel ini bermanfaat!

Tips Membangun Rumah yang Kids Friendly

7 Tips Membangun Rumah yang Kids Friendly dengan Mudah

Salah satu hal yang perlu Anda pertimbangkan ketika hendak membeli atau membangun sebuah rumah adalah faktor ramah anak. Terutama bila Anda berencana atau sudah memiliki keluarga sendiri dengan anak-anak yang masih aktif bermain. Tapi, bagaimana cara membangun rumah yang kids friendly? Kali ini, kami akan membahas beberapa tips terkait cara membangun rumah yang kids friendly. Anda dapat melihat penjelasan selengkapnya di artikel bawah ini, ya. Apa itu Rumah Ramah Anak? Secara garis besar, pengertian rumah ramah anak adalah sebuah tempat tinggal yang dirancang dan dikelola dengan mempertimbangkan aspek kebutuhan serta keselamatan anak-anak. Tidak hanya dari dalam rumah, tetapi juga dari lingkungan sekitar tempat tinggal. Artinya, rumah tersebut menyediakan lingkungan yang nyaman, aman, dan dapat mendukung perkembangan anak secara keseluruhan dengan maksimal. Baik itu, jasmani, rohani, sosial, dan emosional.  Lingkungan yang ramah anak ternyata dapat memberikan dampak besar terhadap psikologi dan mental mereka. Faktor penting ini dapat membuat mereka merasa dihargai dan disayangi dengan adanya area yang ramah anak. Bila dari dalam rumah Anda dapat membuat area bermain khusus, menggunakan peralatan sehari-hari khusus anak-anak, menghindari furnitur atau dekorasi tajam untuk faktor keselamatan, hingga meletakkan barang atau mainan yang mudah dijangkau oleh anak-anak. Di sisi lain, Anda juga harus mempertimbangkan kawasan tempat tinggal yang ramah anak. Salah satunya seperti menyediakan area bermain outdoor atau indoor khusus anak-anak. Sehingga mereka dapat bermain dengan aman dan tenang bersama teman sebayanya sambil melatih kemampuan sosialisasi. Baca Juga: 13 Pilihan Denah Rumah Minimalis Estetik, Unik, & Modern Bagaimana Cara Membangun Rumah Kids Friendly? Perlu dicatat bahwa, membangun rumah yang kids friendly tidak memiliki kaitannya dengan bentuk fasad secara keseluruhan. Hal terpenting adalah isi di dalam rumah tersebut. Apakah sudah ramah untuk anak atau belum? Berikut beberapa tips cara membangun rumah yang kids friendly yang dapat Anda terapkan, meliputi: Gunakan Dekorasi atau Furnitur yang Aman Lingkungan yang baik untuk tumbuh kembang anak-anak adalah yang dapat menyesuaikan dengan kondisi mereka. Bukan mereka yang menyesuaikan dengan kondisi orang dewasa. Oleh karena itu, sebaiknya gunakan dekorasi atau furnitur yang aman dan kids friendly. Seperti menggunakan rak atau lemari penyimpanan kecil yang memudahkan mereka untuk menjangkau sesuatu, meja dan kursi dengan sudut tumpul, peralatan sehari-hari yang disesuaikan dengan kemampuan motorik anak-anak, serta mainan yang aman dan tidak tajam atau berbahaya. Baca Juga: 3 Tips Pilih Waktu Tepat Beli Rumah Menyediakan Play Room Sebaiknya, sediakan satu ruangan khusus untuk tempat bermain mereka di dalam rumah. Berikan karpet yang empuk, rak penyimpanan untuk buku atau mainan anak-anak, memberikan mainan edukatif, hingga menggunakan cat tembok yang ramah anak. Cat tembok ini tidak hanya aman untuk mereka, tetapi juga dapat dibersihkan kembali ketika anak sedang aktif mencoret-coret. Dengan begitu mereka juga memiliki fasilitas untuk menyalurkan rasa penasaran dan kreativitasnya. Pilihlah warna yang ceria dan cerah untuk menstimulasi sensori penglihatan mereka. Secara tidak langsung, pemilihan warna tersebut dapat mempengaruhi suasana hati mereka. Sebab, anak-anak cenderung menyukai warna cerah, ceria, dan kontras. Terapkan Konsep Open Space Salah satu hal yang harus diperhatikan dari anak-anak adalah mereka sangat aktif. Terapkan konsep open space ketika ingin membangun rumah yang kids friendly. Namun, Anda harus menyingkirkan dekorasi atau furnitur dengan sudut tajam, serta memberikan ruangan cukup luas untuk lalu lintas mereka selama di rumah. Baca Juga: Apa itu Rumah Open Space dan Bagaimana Denahnya? Area untuk Belajar Rasa penasaran dan keingintahuan anak-anak tidak dapat dilarang atau dibendung. Selain menyediakan ruang bermain, ada baiknya untuk menyediakan ruang atau area untuk belajar. Berikan meja dan kursi belajar yang sesuai dengan postur tubuh mereka. Jangan lupakan alat tulisnya seperti pensil, penghapus, dan alat warna. Lebih baik lagi jika Anda juga menyediakan papan tulis untuk belajar. Coba bayangkan, sisi kiri meja belajar ada rak buku bacaan dan sisi kanannya papan tulis. Kegiatan belajar pun dapat jadi menyenangkan. Tambahkan Tingkat Keamanan di Dalam Rumah Bagi Anda yang rumahnya memiliki dua lantai, ada baiknya untuk memasang pagar dan stopper pintu di tangga untuk menghindari anak terjatuh. Pasang juga pengaman jendela agar mereka tidak memanjat terlalu tinggi. Lalu hindari barang-barang yang berbahaya. Seperti benda tajam, bahan kimia berbahaya, obat-obatan, benda-benda kecil, hingga penempatan stop kontak dan kabel elektronik. Simpan dengan rapi di tempat yang sulit dijangkau oleh mereka. Bila memungkinkan, Anda juga dapat memasang kamera CCTV untuk memantau keamanan anak-anak di dalam dan luar rumah. Hal ini karena anak-anak harus terus selalu diawasi meskipun Anda sedang tidak bersama mereka. Jadi Anda dapat mengetahui apakah ada aktivitas atau tindakan berbahaya yang dapat mengancam keselamatan mereka. Baca Juga: Inilah 5 Ciri Rumah yang Pas untuk Keluarga Baru, Apa Saja? Area Bermain Outdoor Tips cara membangun rumah yang kids friendly selanjutnya adalah membuat area bermain outdoor. Terlebih jika Anda memiliki banyak sisa lahan baik di depan atau belakang rumah. Dengan begitu, anak-anak dapat bermain dengan aman di luar rumah untuk eksplorasi dan melatih motorik sensorik mereka. Memiliki Sistem Pencahayaan dan Ventilasi yang Baik Membangun rumah yang kids friendly belum lengkap bila tidak ada sistem pencahayaan dan ventilasi yang baik. Pastikan rumah anak-anak mendapatkan asupan sinar matahari yang cukup baik di dalam maupun di luar rumah. Sebaiknya gunakan lampu yang memiliki pencahayaan lembut atau yang  bisa disesuaikan untuk menjaga penglihatan anak-anak. Selain cahaya, Anda juga perlu memastikan ventilasi di rumah dapat berfungsi dengan baik. Sehingga sirkulasi udara di dalam rumah tetap terjaga serta meminimalisir pertumbuhan jamur dan bakteri yang dapat menimbulkan berbagai penyakit. Baca Juga: 10 Model Jendela Depan Rumah Dari Tampilan Klasik Hingga Estetik Lingkungan Tempat Tinggal yang Tepat untuk Anak-anak Anda Seperti yang disebutkan sebelumnya, selain di dalam rumah, anak-anak perlu melakukan aktivitas di luar rumah. Oleh karena itu, Anda harus mempertimbangkan untuk memilih kawasan tempat tinggal yang memiliki lingkungan kids friendly. Seperti tersedianya area bermain anak-anak, banyak ruang terbuka hijau, sarana olahraga yang ramah anak, hingga lingkungan yang asri, nyaman, bersih, dan aman. Salah satu area perumahan yang tepat untuk tumbuh kembang anak-anak Anda adalah Shila at Sawangan. Semua fasilitas yang disebutkan ada di sini. Tidak hanya itu, semua unit rumah menggunakan konsep open space yang dapat mendukung aktivitas dan gerak anak-anak. Dengan begitu, mereka dapat bergerak bebas dengan nyaman dan senang.Anda dapat melakukan survei terlebih dulu

Mengenal Smart Home System

Mengenal Smart Home System, Teknologi Pintar untuk Rumah Modern

Perkembangan teknologi yang semakin canggih dan mutakhir ternyata memberikan dampak yang signifikan pada industri properti. Hal ini dapat dilihat dari beberapa rumah yang sudah menggunakan smart home system untuk memudahkan mereka dalam mengakses beberapa sistem rumah. Tak hanya itu, dengan memasang sistem rumah pintar di kediaman Anda, maka tingkat keamanan dapat meningkat lebih tinggi. Benarkah demikian? Mari kita bahas bersama di bawah ini. Apa itu Smart Home System? Rumah pintar atau smart home system adalah sebuah tempat tinggal yang menggunakan perangkat terhubung ke internet untuk memungkinkan pemantauan dan pengelolaan peralatan dan sistem rumah dari jarak jauh. Seperti pencahayaan, pendingin ruangan, hingga sistem keamanan rumah. Teknologi rumah pintar ini juga disebut sebagai otomatisasi rumah yang dapat memberikan keamanan, kenyamanan, kemudahan, dan efisiensi energi. Cara kerjanya adalah memasangkan perangkat dengan internet. Setelah itu Anda dapat mengontrol sistem rumah melalui perangkat pintar, seperti ponsel atau tablet dari jarak jauh. Smart home system juga merupakan bagian dari IoT atau Internet of Things, yang di mana sistem dan perangkat rumah beroperasi secara bersamaan. Termasuk berbagai data penggunaan di antara penghuni rumah dan melakukan otomatisasi tindakan berdasarkan preferensi masing-masing. Baca Juga: 8 Sistem Keamanan Rumah Modern dan Canggih Agar Tetap Aman Teknologi Smart Home System Hampir setiap aspek dan peralatan dalam rumah Anda dapat menggunakan sistem pintar ini. Seperti: Smart TV TV pintar ini akan terhubung ke internet agar Anda dapat mengakses konten melalui aplikasi sesuai permintaan. Bahkan beberapa TV pintar juga menggunakan teknologi canggih seperti pengenalan suara atau gerakan. Sistem Pencahayaan Seluruh sistem pencahayaan di rumah Anda dapat dikontrol dari jarak jauh dan disesuaikan dengan kebutuhan. Saking canggihnya, sebagian besar sistem pencahayaan yang pintar dapat mendeteksi jumlah orang yang ada di rumah. Sehingga cahaya dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Beberapa dari bola lampu pintar juga dapat mengatur kepekaan cahaya berdasarkan sinar matahari yang masuk. Baca Juga: Desain Rumah Minimalis Modern, Karakteristik & Konsepnya Smart Door Lock Sebagian besar rumah saat ini sudah menggunakan smart door lock untuk sistem keamanan yang lebih canggih. Keunggulan dari teknologi ini adalah menolak akses untuk pengunjung yang tidak dikenali melalui identifikasi. Seperti sidik jari, kartu akses rumah, dan nomor PIN. Sekarang, ada beberapa smart door lock yang dapat mendeteksi keberadaan penghuni, dan membuka pintu secara otomatis bila Anda ada di dekat rumah. Termostat Pintar Dengan menggunakan termostat pintar, Anda dapat menjadwalkan, memantau, dan mengontrol suhu rumah dari jarak jauh. Perangkat ini juga dapat beradaptasi dengan keadaan rumah dan memberikan modifikasi pengaturan secara otomatis untuk memberikan kenyamanan dan efisiensi maksimum. Peralatan yang termasuk seperti pendingin dan pemanas ruangan. Baca Juga: Smart Door Lock : Simak Kelebihan dan Kekurangan Sebelum Membeli Sistem Keamanan Peralatan keamanan yang termasuk teknologi smart home system adalah kamera CCTV yang memiliki sensor gerak. Kecanggihan dari sistem keamanan ini adalah dapat mendeteksi perbedaan antara penghuni, pengunjung, hewan peliharaan, dan bahkan pencuri sekalipun. Saking canggihnya, beberapa kamera dapat langsung mengirimkan pemberitahuan kepada pihak berwajib bila ada tindakan yang mencurigakan. Peralatan Hewan Peliharaan Bagi Anda yang memiliki hewan peliharaan, kini tidak perlu khawatir bila meninggalkan mereka dalam waktu yang lama. Pasalnya, saat ini sudah ada peralatan hewan peliharaan otomatis. Seperti feeder otomatis yang dapat memberi makan peliharaan dengan takaran yang pas di jam yang sudah ditentukan. Lalu ada juga untuk tanaman yang akan menyiram secara otomatis dengan menggunakan pengatur waktu yang terhubung. Baca Juga: Mengenal Hunian Modern, Karakteristik dan Keistimewaannya Peralatan Dapur Pintar Beberapa merek kitchen appliances, menawarkan berbagai macam peralatan dapur pintar. Mulai dari mesin pembuat kopi, kulkas, kompor, penanak nasi, dan masih banyak lagi. Tidak hanya dapur, ada peralatan elektronik lainnya seperti mesin cuci dan mesin pengering yang juga menggunakan teknologi pintar ini. Monitor Pintar Teknologi smart home system lainnya adalah monitor pintar. Monitor ini memungkinkan Anda untuk mendeteksi adanya lonjakan listrik dan dapat mematikan peralatan elektronik secara otomatis, mendeteksi kegagalan ari atau pipa yang rusak, dan mematikan pengisian air agar tidak banjir atau tumpah sia-sia. Smart Plugs Satu lagi teknologi yang dapat memudahkan aktivitas Anda di rumah adalah smart plugs. Colokan ini terhubung ke soket dinding untuk mengubah perangkat rumah sederhana, seperti lampu, AC, dan kipas angin langit-langit. Sehingga semua peralatan tersebut dapat dikontrol dari jarak jauh melalui aplikasi seluler dengan menggunakan bantuan asisten suara. Baca Juga: Apa itu Rumah Klasik Modern? Seperti Apa Karakteristiknya? Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Teknologi Smart Home System Dibalik kecanggihannya, teknologi ini tetap memiliki kelebihan dan kekurangannya. Hal ini juga dapat membantu Anda untuk mempertimbangkan apakah ingin mengaplikasikan smart home system atau tidak. Di antaranya: Kelebihan Smart Home System: Baca Juga: Ini Dia! 8 Tips Membuat Rumah yang Tenang, Apa Saja? Kekurangan Smart Home System: Fungsi Smart Home System Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa fungsi dari smart home system ini adalah untuk membantu penggunanya dalam aktivitas sehari-hari. Secara tidak langsung, teknologi pintar ini dapat menjadi asisten Anda di rumah. Seperti ketika Anda ingin membuat kopi, namun bisa dikontrol dari jarak jauh. Jadi Anda tinggal menikmati secangkir kopi yang sudah dibuat. Di sisi lain, teknologi pintar ini juga dapat meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup Anda. Bahkan dapat meningkatkan efisiensi energi di rumah Anda. Sehingga Anda bisa menghemat pengeluaran dan juga penggunaan energi. Beberapa merek menyertakan sistem yang dapat mendeteksi penggunaan energi, jumlah orang dalam ruangan, jumlah barang dalam kulkas, mendeteksi kebakaran atau banjir, hingga mendeteksi bila ada tindakan yang mencurigakan dari orang yang tidak dikenal. Dengan kata lain, fungsi smart home system adalah untuk memberikan rasa nyaman, aman, dan ketenangan bagi penggunanya. Demikianlah penjelasan singkat terkait teknologi smart home system yang perlu Anda ketahui. Dari pembahasan di atas, Anda dapat mempertimbangkan apakah perlu memasang sistem rumah pintar atau tidak. Namun hal yang perlu dilakukan adalah Anda harus memiliki koneksi internet atau Wi-Fi. Sebab perangkat ini tidak dapat bekerja jika mengandalkan koneksi internet dari ponsel seperti hotspot. Semoga artikel ini bermanfaat!

Pengertian Townhouse Adalah

Townhouse Adalah: Pengertian, Kelebihan, dan Perbedaannya dengan Cluster

Townhouse adalah salah satu kawasan perumahan yang masih menjadi favorit para pencari rumah untuk dijadikan tempat tinggal. Berbeda dengan cluster, jumlah rumah yang ada di area ini hanya sekitar 30 unit saja. Sedikit, bukan? Akan tetapi, komplek perumahan ini dapat menjadi pilihan Anda yang baru pertama kali ingin membeli rumah baru dan mengutamakan keamanan. Mengapa demikian? Mari kita bahas bersama di penjelasan berikut ini. Townhouse Adalah Dilansir dari beberapa sumber, townhouse adalah sebuah kawasan perumahan dengan beberapa unit rumah yang dibangun secara teratur dan berderet. Paling banyak hanya terdiri dari 30 unit hunian yang dibangun oleh developer untuk kebutuhan pelanggannya di atas lahan terbatas. Orang-orang di Eropa dan Amerika merupakan pelopor dari gaya perumahan ini. Rumah-rumah dibangun berderatan dengan ciri khas dua dinding yang digunakan bersama. Dengan kata lain, Anda akan berbagi dinding dengan tetangga dan tidak ada batas pemisah di antara rumah satu dengan lainnya. Sama seperti cluster, desain fasadnya pun dibuat dengan detail yang sama. Mulai dari warna, elemen dekorasi, elemen dasar, elemen visual, dan lainnya. Kendati demikian, keunggulan dari townhouse adalah menawarkan hunian yang bersifat privat dan eksklusif untuk para penghuninya. Ditambah tingkat keamanan yang tinggi dengan one gate system. Lalu dari segi fasilitas dan tata lingkungan, semuanya sama dengan cluster. Anda akan mendapatkan fasilitas lengkap serta lingkungan tempat tinggal yang nyaman, bersih, dan asri. Hanya saja, harga jual satu unitnya lebih mahal dibandingkan rumah yang ada di kawasan cluster. Sebab, target pasar dari townhouse adalah kelas menengah ke atas. Baca Juga: Cluster The Grove: Hunian Modern dengan Fasilitas Lengkap Sudah Siap Ditempati Perbedaan Cluster dan Townhouse Adalah Lalu apa perbedaannya dengan cluster? Berikut beberapa perbedaan dari kedua jenis perumahan yang populer ini: Cluster: Baca Juga: Perumahan Cluster Adalah: Pengertian, Karakteristik, & Keunggulannya Townhouse: Kelebihan Townhouse Adalah Dari perbedaan di atas, apakah Anda sudah menyadari apa kelebihan tinggal di komplek townhouse? Beberapa keunggulan tinggal di townhouse adalah: Sistem Keamanan yang Tinggi Semua perumahan townhouse menggunakan one gate system untuk akses keluar masuknya. Ditambah dengan penempatan CCTV di berbagai sudut dan para petugas keamanan yang siap menjaga rumah Anda. Area komplek ini merupakan tempat tinggal yang tepat bagi Anda yang sangat menginginkan tingkat keamanan yang tinggi. Pasalnya, karena jumlah unit yang terbatas, setiap orang yang masuk ke dalam komplek akan mudah untuk dikenali dan diawasi. Bahkan sebagian besar dari townhouse mewajibkan orang yang ingin masuk untuk mengisi data. Meskipun untuk mengantar paket sekalipun. Kelebihan inilah yang membuat Anda menjadi lebih tenang, aman, dan nyaman. Baca Juga: Kenal Lebih Dekat Tipe Veranda Cluster Laguna di Shila at Sawangan Private dan Terbatas Jumlah rumah dalam satu komplek townhouse adalah sekitar 10 sampai 30 unit saja. Hal inilah yang menjadi ciri khas utama yang membedakan townhouse dengan jenis perumahan lainnya. Selain itu, developer juga akan membangun dinding yang tinggi untuk memberikan kesan eksklusif dan privasi ekstra bagi para penghuni. Memiliki Fasilitas Lengkap Umumnya, fasilitas yang dimiliki townhouse lebih lengkap dibandingkan cluster. Fasilitas ini termasuk sarana olahraga, taman hijau, area bermain anak, club house, dan beberapa fasilitas lainnya yang dapat membuat para penghuni merasa nyaman saat menjalani aktivitas sehari-hari. Baca Juga: 8 Fasilitas Olahraga di Perumahan untuk Mendukung Hidup Sehat Berada di Lokasi Strategis Seperti yang disebutkan di atas, lokasi townhouse adalah di pusat kota atau dekat dengan industri bisnis dan perkantoran. Tentunya, lokasi yang strategis ini juga akan memudahkan para penghuninya untuk mobilitas dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Selain dekat dengan area kantor, kawasan perumahan ini juga dekat dengan fasilitas publik lainnya. Seperti sekolah, rumah sakit, pusat perbelanjaan, dan transportasi umum. Desain Rumah yang Eksklusif Meskipun dibuat dengan desain yang sama untuk setiap unit, pihak pengembang memilih menggunakan desain yang eksklusif dan mewah. Bahkan desain fasadnya berbeda dengan cluster dan perumahan lainnya. Selain itu, jumlah lantai untuk setiap rumahnya juga dibuat sama. Sehingga tidak ada rumah yang berbeda. Baca Juga: 4 Manfaat Tinggal di Hunian dengan Konsep Ruang Terbuka Hijau Lingkungan yang Rapi Kendati berada di pusat kota dan dekat dengan kawasan industri bisnis, lingkungan yang ada di townhouse sangat terjaga kerapian, kebersihan, dan keasriannya. Pihak pengembang menyediakan kawasan hijau untuk para penghuni. Sehingga Anda dapat merasakan udara segar meskipun tinggal di pusat kota yang penuh dengan polusi. Bila Anda bertanya, mana yang lebih unggul antara cluster dan townhouse? Maka kami tidak dapat memberikan jawaban yang pasti. Pasalnya setiap orang memiliki kebutuhan dan preferensi masing-masing. Setiap jenis perumah memiliki ciri khas dan kelebihannya yang menjadi nilai jual yang kuat. Sekarang tinggal tergantung Anda. Ingin tinggal di kawasan cluster atau townhouse? Semoga artikel ini bermanfaat!

10 Poin Penting Saat Bangun Rumah

10 Poin Penting Saat Bangun Rumah yang Harus Masuk Checklist

Sudahkah Anda memiliki checklist terkait proses pembangunan rumah impian? Daftar ini ternyata dapat membantu untuk tidak melewatkan beberapa poin penting saat bangun rumah, lho! Agar nantinya hunian yang dibangun dapat ditinggali dengan nyaman, aman, dan dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Jika Anda belum punya, Anda bisa melihat beberapa poin penting saat bangun rumah yang harus masuk ke dalam checklist, di artikel bawah ini. Simak terus sampai selesai, ya! Apa Saja Poin Penting Saat Bangun Rumah? Membangun sebuah rumah bukanlah perkara mudah. Ada banyak hal yang terlibat di dalamnya. Mulai dari waktu, tenaga, ide, hingga biaya yang dikeluarkan. Jika proses pembangunan dilakukan tanpa perencanaan yang matang, hal ini akan mengarah pada kerugian besar yang akan timbul di masa mendatang. Oleh karena itu, Anda harus memiliki daftar yang berisikan beberapa poin penting saat bangun rumah agar dapat berjalan sesuai rencana dan mendapatkan hasil yang diinginkan. Apa sajakah itu? Baca Juga: Konstruksi Bangunan: Pengertian, Tahapan, dan Jenisnya Lokasi Poin pertama adalah lokasi rumah. Poin penting ini harus dipikirkan matang-matang. Sebaiknya pilihlah lokasi yang mudah diakses. Dekat dengan berbagai fasilitas publik yang diinginkan, serta berada di lingkungan yang aman dari bencana dan tindakan kriminal. Dalam hal ini, Anda bisa memilih untuk tinggal di pusat kota atau pinggiran kota yang lingkungannya sudah berkembang. Sehingga dapat memudahkan akses mobilitas Anda sehari-hari. Saat ini sudah ada banyak lokasi perumahan yang mendukung hal tersebut. Salah satunya ada di daerah Sawangan, Depok. Pinggiran selatan kota Jakarta yang terus mengalami perkembangan pesat. Luas Rumah dan Layout Setelah menemukan lokasi yang tepat, selanjutnya Anda perlu memilih luas rumah dan layout-nya. Poin ini nantinya akan berpengaruh pada pertumbuhan keluarga dan rencana masa depan Anda. Oleh karena itu, pilihlah luas rumah yang sekiranya dapat mendukung hal tersebut. Termasuk pembagian ruangan yang Anda rencanakan. Seperti jumlah kamar tidur, kamar mandi, carport, taman, dapur, ruang keluarga, teras rumah, hingga area penyimpanan. Ketika Anda melakukan pembagian ruangan ini, jangan lupa juga untuk menentukan luas dan tinggi plafonnya agar perputaran udara di dalamnya dapat terjadi dengan baik. Baca Juga: Tol Sawangan Permudah Akses Ke Sawangan, Cek Tarifnya! Desain Rumah Desain rumah juga menjadi salah satu poin penting saat bangun rumah yang harus masuk ke dalam daftar. Tak hanya luas dan tata letaknya saja, poin yang satu ini akan mempengaruhi desain eksterior dan nilai estetika dari hunian impian Anda. Pilihlah desain rumah yang sesuai dengan gaya dan preferensi yang diinginkan. Beberapa desain dan gaya rumah yang diusung oleh Shila at Sawangan adalah minimalis, modern, kontemporer, dan ala Jepang. Tinggal pilih fasad mana yang Anda sukai dan inginkan. Anggaran Biaya Ada dua jenis rumah yang dapat Anda beli dari developer. Yaitu rumah yang siap huni dan rumah indent. Harga keduanya tentu memiliki perbedaan. Terlebih ketika Anda memilih rumah yang siap huni dan full furnished. Maka, sebaiknya tentukan anggaran biaya untuk hal ini. Anda dapat bertanya terlebih dulu terkait berapa biaya yang dikeluarkan kepada agen marketing dari perumahan tersebut. Tujuannya agar Anda bisa mengukur dan menghitung jumlah yang harus dikeluarkan. Selain itu, Anda juga dapat memilih cara pembelian rumah yang sesuai dengan kemampuan. Baca Juga: Apa Saja Fasilitas Penunjang Hidup Di Sawangan? Izin dan Legalitas Poin penting saat bangun rumah yang harus diperhatikan selanjutnya adalah terkait izin dan legalitas dari hunian yang akan Anda tempati nantinya. Seperti IMB (Izin Mendirikan Bangunan), sertifikat tanah, AJB (Akta Jual Beli), izin lingkungan, dan dokumen penting lainnya. Semua dokumen terkait izin dan legalitas ini harus jelas dan lengkap untuk menghindari masalah hukum di kemudian hari. Material Bangunan Mengapa material bangunan harus masuk ke dalam daftar Anda? Sebab, kualitas material yang digunakan dapat mempengaruhi daya tahan rumah Anda untuk jangka waktu yang lama. Tentu Anda menginginkan rumah yang awet, kokoh, dan tahan lama, bukan? Sebaiknya pilihlah bahan bangunan yang memiliki kualitas terbaik untuk menghindari dan meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan. Baca Juga: Ini Dia 7 Keuntungan Membangun Rumah Mewah yang Perlu Anda Tahu Pencahayaan dan Ventilasi Sayangnya, tidak sedikit orang yang sering melupakan poin penting ini. Padahal pencahayaan dan ventilasi dapat mempengaruhi umur rumah Anda. Rumah yang kurang mendapatkan cahaya dan udara segar, cenderung lebih cepat ditumbuhi jamur dan suhu di dalam rumah menjadi cepat pengap. Hal ini nantinya dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan dan lainnya. Dengan demikian, tentukan posisi pintu, jendela, dan bukaan lainnya dengan tepat untuk mendapatkan pencahayaan dan udara segar yang maksimal. Ketersediaan Listrik dan Air Bersih Listrik dan air bersih menjadi faktor yang krusial dalam sebuah rumah. Poin penting saat bangun rumah ini harus dicek agar hunian dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Pastikan juga posisi penempatannya dan jumlah yang dibutuhkan saat menentukan tata letak ruangan. Hal ini dapat memudahkan Anda ketika membutuhkan listrik dan menghindari penempatan kabel yang tidak rapi. Rumah yang Berkelanjutan Saat ini, gaya hidup berkelanjutan sedang menjadi tren. Termasuk di dalam industri properti. Alangkah lebih baik jika Anda membangun rumah yang berkelanjutan untuk menurunkan jejak karbon, biaya listrik, dan biaya perawatan. Misalnya dengan memasang panel surya di atap rumah dan menggunakan material bangunan yang ramah lingkungan. Baca Juga: 8 Manfaat Rumah Lingkungan Hijau untuk Kehidupan Anda Nilai Investasi di Masa Depan Satu lagi poin penting saat bangun rumah yang harus diperhatikan adalah nilai investasi di masa depan. Sudah bukan rahasia umum bila rumah menjadi salah satu aset yang dapat dijual kembali nantinya. Namun dalam hal ini Anda juga perlu memperhatikan nilai jualnya. Pilihlah rumah yang memiliki nilai investasi tinggi di masa depan. Untuk mendapatkan nilai yang tinggi, sebuah rumah harus memenuhi beberapa syarat utama. Seperti berada di lokasi yang strategis, memiliki aksesibilitas yang mudah, dilengkapi dengan fasilitas pendukung dan sistem keamanan yang tinggi, berada di pusat kota atau kawasan berkembang, serta desain dan luas rumah yang sesuai. Nah Anda bisa mendapatkan rumah yang memenuhi persyaratan dan poin penting saat bangun rumah di atas, di Shila at Sawangan. Sebuah perumahan mewah yang berada di pinggiran selatan kota Jakarta. Dikelilingi dengan fasilitas publik yang dapat memenuhi gaya hidup dan memudahkan mobilitas Anda, serta lingkungan yang asri dan nyaman untuk ditinggali. Tidak percaya? Anda bisa bertanya kepada agen marketing kami untuk informasi lanjut terkait rumah impian di Shila at Sawangan. Atau Anda