Kamar tidur Anda seharusnya menjadi tempat ternyaman di dalam rumah. Tempat untuk beristirahat, menyendiri, dan melakukan banyak hal lainnya. Ruangan ini dibuat senyaman mungkin agar penghuninya betah. Akan tetapi, ada satu masalah yang menjadi momok bagi semua orang. Yaitu kamar lembab.

Akibatnya, kamar menjadi bau apek, dinding yang tidak lagi indah karena adanya jamur hitam menempel, dan kadang bisa menjadi basah karena kelembaban ini. Tentu kamar yang lembab bisa membuat penghuninya tidak nyaman. Apalagi jika digunakan untuk beristirahat.

Lalu, apa yang menyebabkan kamar lembab? Bagaimana cara mengatasi kamar lembab? Pelajari dan pahami penyebab dan solusinya di artikel bawah ini!

Apa Penyebab Kamar Lembab?

Apa Penyebab Kamar Lembab?

Masalah lembab dapat terjadi di bagian mana pun di rumah Anda. Terutama di ruangan yang paling banyak menghasilkan uap panas. Seperti di dapur, kamar mandi, atau kamar tidur contohnya. Hal ini terjadi karena uap air berubah menjadi gas. Seperti yang diketahui, kamar lembab bisa menyebabkan penyakit bagi penghuninya.

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mencari sumber masalahnya. Kira-kira apa yang membuat kamar tidur Anda menjadi lembab? Apakah karena ada genteng yang bocor dan airnya merembes di dinding? Jika Anda memiliki kamar mandi dalam satu ruangan, bisa jadi penyebabnya berasal dari uap panas selama mandi.

Namun pada umumnya, ada dua penyebab kamar lembab yang sering terjadi. Yaitu:

Kondensasi

Kondensasi atau pengembunan merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan kamar menjadi lembab. Hal ini terjadi karena kita sering menghabiskan waktu di kamar tidur. Kelembaban tersebut terakumulasi melalui pernapasan dan keringat. Kendati demikian, proses kondensasi membutuhkan waktu lama. Jika Anda memiliki jendela dan sirkulasi udara di kamar baik, maka kecil kemungkinan akan terjadi lembab.

Akan tetapi, jika Anda tidak memiliki ventilasi dan sirkulasi udara di kamar buruk, besar kemungkinan akan ada jamur hitam di dinding kamar Anda akibat proses kondensasi tersebut. Cara mudah untuk mengetahui apakah ada proses kondensasi di kamar tidur Anda adalah dengan mengecek jendela. Jika jendela sudah mulai beruap, maka kamar Anda sangat lembab. Oleh karena itu, Anda harus memiliki ventilasi yang memadai.

Perawatan yang Tidak Memadai

Apabila kamar tidur Anda sudah memiliki ventilasi dan sirkulasi udaranya bagus namun masih muncul bintik jamur hitam, maka Anda perlu mencurigai adanya kebocoran dari luar. Seperti pipa saluran air yang bocor atau genteng yang retak. Hal ini bisa membuat air bebas mengalir di luar jalurnya.

Jika mengenai dinding dalam waktu yang lama, hal ini bisa membuat permukaan dinding menjadi berluban secara perlahan. Sehingga air bisa masuk dan membasahi dinding. Kalau masalah ini tidak segera diselesaikan, maka bisa timbul bintik hitam jamur. Maka dari itu, Anda harus memastikan sumber masalahnya terlebih dulu, baru bisa memperbaikinya.

Ciri-ciri Kamar Lembab

Ciri-ciri Kamar Lembab

Sayangnya, tidak semua orang bisa langsung memahami dan mengenali penyebab utama dari terjadinya kelembaban ini. Hal ini tentu akan berbahaya jika didiamkan terus menerus tanpa diperbaiki. Berikut adalah ciri-ciri kamar lembab yang harus Anda waspadai, di antaranya adalah:

Bau Apek

Bau apek atau bau seperti tanah merupakan ciri-ciri utama dari kamar yang lembab. Anda perlu mewaspadai jika baunya ini sangat menyengat. Artinya, tingkat kelembaban di kamar Anda sudah sangat tinggi. Anda harus segera menemukan masalahnya dan memperbaikinya.

Adanya Jamur dan/atau Perubahan Warna Pada Dinding

Area yang lembab cenderung memiliki jamur putih atau hitam yang menempel di dinding. Selain itu, perubahan warna pada dinding juga menjadi bisa menjadi indikasi adanya proses kondensasi di kamar tidur Anda. Coba lihat pintu lemari pakaian Anda, apakah ada jamur putih? Jika ada, berarti ada masalah kelembaban di ruangan tersebut.

Permukaan Dinding Dingin dan Tetesan Air Pada Jendela

Satu lagi ciri-ciri kamar lembab adalah permukaan dinding yang dingin dan tetesan air pada jendela. Dinding yang dingin baik di dalam atau di luar kamar bisa menjadi indikasi kelembaban. Sementara tetesan air pada jendela menunjukkan bahwa udara hangat dan lembab mengembun pada permukaan yang dingin.

Cara Mengatasi Kamar Lembab

Cara Mengatasi Kamar Lembab

Setelah mengetahui penyebab dan ciri-cirinya, pertanyaan utamanya adalah bagaimana cara mengatasi kamar lembab?

Jika dibiarkan terus menerus, kelembaban di kamar tidur Anda bisa menjadi masalah yang serius. Mulai dari masalah pernapasan, menyebabkan alergi, dan lebih parah bisa menyebabkan keracunan dalam beberapa kasus. Tentu Anda tidak menginginkan hal tersebut terjadi, bukan?

Tenang saja, setelah Anda memahami penyebab dan ciri-cirinya, kami akan memberitahu Anda bagaimana cara agar kamar tidak lembab. Meliputi:

Punya Ventilasi yang Memadai dan Cukup

Jendela bukan sekedar menjadi aksesoris atau dekorasi ruangan semata. Melainkan menjadi jalur keluar masuknya udara di dalam sebuah ruangan. Memiliki ventilasi yang cukup dan memadai bisa menjadi cara mengatasi kamar lembab. Bukalah jendela kamar secara teratur. Jika perlu, gunakan kipas angin atau exhaust fan yang bisa membantu mengeluarkan udara dari dalam kamar.

Jauhkan Dari Sumber Kelembaban

Mencegah kelembaban masuk ke dalam rumah menjadi kunci utama untuk menghentikan masalah ini. Coba periksa lagi genteng atap rumah, pipa saluran air, atau tempat lain yang bisa saja terjadi kebocoran. Pastikan semuanya bebas dari kebocoran air. Anda juga bisa mempertimbangkan untuk menggunakan lapisan luar pada dinding rumah untuk mencegah kelembaban.

Gunakan Dehumidifier atau AC

Dehumidifier berperan penting untuk menyerap kelembaban berlebih di satu ruangan. Terutama jika kamar tidur Anda tidak terlalu luas. AC juga bisa menjadi cara agar kamar tidak lembab. Dengan catatan Anda harus rajin membersihkannya. Sebab AC yang kotor bisa memperburuk kelembaban di kamar tidur Anda.

Jangan Simpan Banyak Barang Di Kamar

Cara mengatasi kamar lembab selanjutnya adalah dengan tidak menyimpan banyak barang di dalam kamar. Barang yang terlalu banyak apalagi disimpan dengan cara ditumpuk bisa menghambat sirkulasi udara. Hal ini juga menjadi penyebab utama mengapa lemari pakaian Anda bisa timbul jamur putih. Pilih barang atau dekorasi yang akan dipajang di kamar dengan bijak agar tidak terlalu sumpek dan sirkulasi udara menjadi baik.

Gunakan Cat Anti Jamur

Setelah Anda mengetahui sumber masalah kelembaban, Anda bisa menggunakan cat dinding anti jamur sebagai cara agar kamar tidak lembab selanjutnya. Pastikan Anda membersihkan jamur-jamur yang menempel terlebih dulu, ya. Baru bisa dicat ulang dengan cat anti jamur atau anti lembab.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai penyebab kamar lembab, ciri-cirinya, serta cara mengatasinya yang bisa Anda lakukan. Perlu diketahui bahwa keberadaan jamur pada dinding atau plafon rumah Anda bukanlah pertanda baik. Jika dibiarkan terus menerus, hal ini bisa menimbulkan penyakit serius. Oleh karena itu, Anda harus segera mengatasinya untuk hidup yang lebih sehat.

Semoga artikel ini bermanfaat!

Author Profile

Shirley Candrawardhani
Shirley berkarir sebagai penulis profesional sejak 2012 yang berantusias menulis topik seputar bisnis, keuangan, dan hukum.