Marmer vs granit, mana yang lebih baik? Kedua bahan material rumah dan bangunan ini memang menjadi primadona di penggemarnya masing-masing. Tapi tahukah Anda bahwa, tidak banyak orang yang bisa membedakannya? Apakah Anda salah satunya?

Sebagai informasi, kedua bahan material tersebut memiliki perbedaan, kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Bahkan harga jual keduanya juga berbeda, lho. Nah agar Anda tidak tertukar, mari pelajari beberapa hal tentang marmer vs granit, di bawah ini!

Marmer VS Granit. Dimana Letak Perbedaannya?

Marmer vs Granit. Dimana Letak Perbedaannya?

Sebelumnya, mari kita bahas definisi dari keduanya. Marmer atau yang sering disebut sebagai batu pualam, merupakan material yang tersusun atas mineral kalsit dan dolomite. Tekstur yang muncul di lantai marmer itu sebenarnya berasal dari jenis batuan asalnya. Tekstur tersebut muncul karena proses pembentukan batuan secara alami.Maka sering kita dapati tekstur dari satu lantai dan lainnya berbeda-beda.

Sementara itu, lantai granit adalah batuan alami yang terbuat dari endapan magma yang sudah mendingin dan diproses di bawah tekanan suhu ekstrem bertahun-tahun lamanya. Berbeda dengan marmer, tekstur granit cenderung lebih keras, padat, dan kuat. Salah satu alasan mengapa orang-orang memilih menggunakan bahan material ini adalah karena daya tahannya yang awet.

Berikut beberapa perbedaan marmer vs granit yang perlu Anda ketahui, di antaranya adalah:

Tampilan Lantai Marmer VS Lantai Granit

Perbedaan yang paling mencolok dari kedua bahan material ini adalah penampilannya. Dilihat secara sekilas, lantai marmer memiliki tampilan corak dengan urat bergelombang yang memiliki warna alami. Sebenarnya, motif ini terbentuk secara alami yang berasal dari endapan kotoran saat proses rekristalisasi.

Sedangkan lantai granit cenderung memiliki tampilan dengan motif bintik-bintik timbul. Penampilan ini juga terjadi akibat pencampuran dari berbagai jenis batuan saat proses pengendapan berlangsung.

Akibat proses alami ini, Anda tidak bisa menemukan tampilan atau corak yang sama pada setiap lantai. Hal inilah yang membuat kedua bahan material dari alam ini terlihat unik dan memberikan kesan mewah.

Daya Tahan

Jika kita berbicara tentang daya tahan antara marmer vs granit, maka lantai granit adalah pemenangnya. Pasalnya, granit memiliki daya tahan yang kuat dan awet tahan lama. Bahkan material ini bisa menerima beban berat hingga 300kg/cm2, anti gores, tidak cepat pudar, dan bisa digunakan di area basah.

Kemudian ada lantai marmer yang berbanding 180 derajat dari pesaingnya. Perlu diketahui bahwa, marmer tidak memiliki daya tahan seperti granit. Bahkan material dari batu alam ini rentan terhadap goresan dan warnanya bisa lebih cepat pudar karena ada aktivitas di atasnya. Selain itu, marmer juga tidak tahan dengan suhu tinggi karena bisa merusak lapisan dan membuat penampilannya jadi jelek.

Karakteristik Setiap Lantai

Karakteristik Setiap Lantai

Marmer vs granit memiliki karakteristik lantai yang berbeda. Namun keduanya merupakan lantai yang memiliki pori-pori. Dengan kata lain, kedua lantai bisa menyerap cairan. Hanya saja, pada lantai granit karakteristiknya tidak cepat menyerap air. Tapi jika dibiarkan begitu saja, hal ini akan meninggalkan noda membandel.

Meskipun sama-sama memiliki pori, lantai marmer bisa menyerap cairan lebih cepat dibandingkan granit. Apabila tidak langsung dibersihkan, hal ini bisa meninggalkan noda dan akan mempengaruhi keindahan corak lantai.

Perawatan Lantai

Baik lantai marmer atau lantai granit, keduanya sama-sama membutuhkan perawatan agar bisa tetap terjaga kecantikannya. Perbedaan dari marmer vs granit dalam perawatannya adalah bahan-bahan yang digunakan. Jika Anda menggunakan lantai granit, maka sebaiknya hindari cairan yang bersifat abrasif agar tidak merusak lapisan batu. Lebih baik gunakan cairan dengan pH seimbang atau cairan khusus. Selain itu, untuk membersihkan sisa kotoran, noda, atau debu di permukaan batu, sebaiknya gunakan kain lap lembut atau yang berbahan microfiber.

Di sisi lain, lantai marmer memerlukan campuran air hangat dan cairan pel untuk menjaga kilaunya. Kendati demikian, Anda juga bisa menggunakan cairan khusus untuk membuat kilaunya tampil lebih cantik dan tahan lama. Lantai marmer bisa dipel menggunakan kain pel biasa. Namun hindari gesekan yang terlalu keras, ya.

Lokasi Pengaplikasikannya

Pada dasarnya,  lantai marmer vs lantai granit bisa diaplikasikan dimana saja. Akan tetapi, umumnya orang-orang memasang lantai marmer pada ruang tamu, dapur, ruang keluarga, atau ruang tidur.

Sementara itu, lantai granit cenderung digunakan untuk area outdoor dan kamar mandi. Sifatnya yang anti slip dan tidak licin sangat cocok digunakan di area yang sering terkena air. Tidak hanya itu, lantai granit juga bisa menyerap udara sejuk dengan cepat. Sehingga jika Anda menginjaknya tanpa alas kaki, maka telapak kaki Anda akan terasa dingin.

Harga Jual

Sebenarnya, setiap produsen dan merek memiliki patokan harga masing-masing untuk marmer vs granit. Harga jualnya pun akan berbeda tergantung jenis, ukuran, corak, warna, polesan, dan cara pembuatannya.

Untuk harga lantai granit sendiri berkisar antara Rp110.000 sampai yang paling mahal menyentuh angka Rp1.115.000. Sementara itu, harga jual lantai marmer termurah tembus di angka Rp562.000 hingga Rp1.200.000.

Sebagai informasi tambahan, harga tersebut adalah harga jual untuk per lembar atau per satu lantai. Jika Anda ingin membeli dalam jumlah banyak, tinggal kalikan dengan jumlah yang dibutuhkan.

Baca Juga : Lantai Vinyl Vs Lantai Parket, Mana Yang Lebih Bagus?

Kelebihan dan Kekurangan Marmer VS Granit

Dari penjelasan diatas, apakah Anda sudah ada bayangan terkait kelebihan dan kekurangan marmer vs granit? Jika belum, mari kita simak beberapa poin yang bisa menjadi bahan pertimbangan Anda ketika hendak memilih di antara kedua bahan material tersebut, meliputi:

Kelebihan dan Kekurangan Lantai Marmer

Kelebihan Lantai Marmer

  • Memberikan kesan sejuk, luas, mahal, mewah, dan elegan
  • Memiliki ukuran yang tidak terbatas. Artinya, Anda bisa memesan ukuran sesuai kebutuhan
  • Tampilan warnanya mengkilap
  • Permukaannya dilindungi oleh lapisan glazur yang bisa membuat lantai marmer menjadi kokoh dan tidak cepat rusak
  • Sifat konduktivitas termal tinggi pada lantai marmer bisa memberikan suasana dingin. Terutama jika ANda tinggal di daerah yang memiliki suhu tinggi
  • Ada banyak motif beragam yang unik dan berbeda satu sama lainnya

Kekurangan Lantai Marmer

  • Harga per satu lantainya mahal
  • Memiliki permukaan yang licin, sehingga tidak cocok untuk area yang sering terkena air
  • Jika sudah retak atau mengalami kerusakan, maka akan sulit untuk diperbaiki
  • Membutuhkan jasa orang profesional dan pengalaman di bidangnya untuk memasang lantai ini

Lalu bagaimana dengan lantai granit?

Kelbihan dan Kekurangan Lantai Granit

Kelebihan Lantai Granit

  • Memiliki sifat anti slip dan tidak licin. Sehingga cocok digunakan di area yang sering terkena air
  • Permukaannya mampu menahan beban berat hingga 300kg/cm2
  • Memberikan kesan elegan, mewah, dan estetik
  • Mampu beradaptasi dengan segala jenis ruangan
  • Daya tahannya lama, kuat, dan kokoh
  • Anti gores dan anti debu
  • Perawatannya cenderung lebih mudah dan tidak terlalu ribet

Kekurangan Lantai Granit

  • Harga jualnya masih lebih tinggi dibandingkan lantai keramik biasa
  • Memiliki bobot yang berat karena terbuat dari batu alam yang padat
  • Jika ada kesalahan dalam pemasangannya, maka akan sulit untuk diperbaiki. Maka dari itu dibutuhkan jasa profesional dan berpengalaman untuk memasangnya
  • Lantai granit bisa berubah menjadi sangat dingin ketika memasuki musim hujan

Marmer VS Granit, Mana yang Lebih Bagus?

Jika dilihat dari penjelasan di atas, lantai granit jauh lebih unggul dibandingkan lantai marmer. Sebab dari segi daya tahan dan karakteristik, lantai granit memiliki semua yang dibutuhkan untuk waktu penggunaan jangka panjang. Namun bukan berarti lantai marmer tidak bisa digunakan untuk waktu yang lama, ya.

Lantai marmer pun bisa digunakan untuk jangka waktu yang panjang. Hanya saja, jika sudah rusak Anda akan mengalami kesulitan untuk memperbaikinya. Bahkan memilih corak yang kira-kira sejenis dengan corak lainnya pun belum tentu mudah.Namun, kedua bahan material tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Anda hanya perlu menyesuaikannya dengan kebutuhan dan budget yang dimiliki. Semoga artikel ini bermanfaat!

Author Profile

Shirley Candrawardhani
Shirley berkarir sebagai penulis profesional sejak 2012 yang berantusias menulis topik seputar bisnis, keuangan, dan hukum.