Skip to main content

Shila at Sawangan

Perumahan dengan Konsep Hijau: Belajar dari Shila at Sawangan

Perumahan

Table of Contents

Perumahan
Source: Shila

Pernah nggak sih kamu kepikiran, gimana rasanya tinggal di perumahan yang nggak cuma nyaman, tapi juga bikin bumi lebih sehat? Konsep hunian hijau (green housing) memang lagi menjadi tren di kalangan pengembang properti. Salah satu yang menarik perhatian adalah Shila at Sawangan, yang berhasil memadukan kehidupan modern dengan keindahan alam.

Dari Lahan 130 Hektare, 55% Didedikasikan untuk Ruang Hijau

Shila berdiri di atas lahan seluas 130 hektare. Angka yang cukup besar, tapi yang bikin beda adalah komitmennya terhadap ruang terbuka hijau. Lebih dari separuh kawasan—tepatnya 55 persen—dialokasikan sebagai ruang hijau yang asri dan sehat.

Bayangkan, setiap kali kamu membuka jendela atau melangkah keluar rumah, yang terlihat bukan tembok beton atau atap rumah tetangga, melainkan pepohonan, taman, dan hamparan hijau yang menyegarkan mata. Ini bukan sekadar soal estetika, tapi juga soal kualitas hidup.

Danau Alami dan Creek: Jantung Kawasan yang Menenangkan

Keistimewaan lain dari Shila adalah keberadaan danau alami dan anak sungai (creek) seluas 26 hektare. Danau ini bukan sekadar hiasan, melainkan jantung kawasan yang hidup— dan menjadi pusat favorit bagi kamu yang suka untuk berolahraga, beraktivitas, atau sekadar menikmati keindahan alam.

Latar belakang Gunung Salak yang menjulang megah menambah suasana semakin menenangkan. Setiap pagi, kamu bisa menikmati pemandangan danau yang berkilauan di bawah sinar matahari, atau sekadar duduk santai di Lakeside Walk yang menghubungkan seluruh area township seluas 102 hektar. Aktivitas ini bukan cuma bikin hati adem, tapi juga mendorong gaya hidup sehat dan aktif.

Tipe Hunian yang Merangkul Alam

Shila tidak hanya bicara konsep di atas kertas. Mereka mewujudkannya dalam desain hunian. Di Cluster Laguna, misalnya, ada dua tipe unggulan: Oakwood dan Verdant.

Oakwood menawarkan rooftop pribadi yang bisa kamu sulap jadi taman kecil atau tempat bersantai sambil menikmati udara terbuka. Sementara Verdant mengusung konsep ruang lapang dengan high-ceiling setinggi 5 meter, skylight, dan floating stairs. Hasilnya? Rumah terasa lebih luas, pencahayaan alami melimpah, dan sirkulasi udara lebih lancar—tanpa perlu bergantung penuh pada AC atau lampu di siang hari.

Peninsula District: Spot Nongkrong yang Selaras dengan Alam

Salah satu hal paling keren dari Shila adalah bagaimana mereka menerapkan konsep hijau bahkan di area komersialnya. Peninsula District adalah pusat kuliner dan komunitas tepi danau yang punya 35 unit premium. Di sini, kamu bisa ngopi di The Coffee Theory, nyemil roti bakar, atau makan gudeg sambil menikmati pemandangan danau yang adem. Buat kamu yang suka nongkrong, ini adalah contoh kalo tempat nongkrong kekinian nggak harus berantakan atau panas-panas. Justru, dengan mengintegrasikan alam ke dalam ruang komersial, Shila menunjukkan kalo bisnis dan lingkungan bisa saling menguntungkan. Ini pelajaran berharga yang bisa kita bawa ke mana-mana: bahwa gaya hidup modern yang baik adalah yang tetap peduli pada alam.

Kolaborasi Indonesia-Jepang: Standar Kualitas Global

Salah satu faktor yang membuat Shila menjadi contoh hunian hijau yang patut dicontoh adalah kolaborasi pengembangnya. Shila dikembangkan oleh Vasanta Group bersama PT MC Urban Development Indonesia (MCUDI), anak perusahaan Mitsubishi Corporation.

Kehadiran investor asing dengan rekam jejak global ini membawa standar baru dalam hal kualitas, ketepatan waktu, dan konsep hunian premium di kawasan pinggiran Jakarta. Presiden Direktur MCUDI, Kenji Ono, menegaskan bahwa fase pertama klaster Lake Vista telah selesai dan diserahkan tepat waktu pada Juli 2025. Komitmen ini memberikan nilai keamanan dan kepastian yang signifikan bagi konsumen.

Khusus untuk kawasan The Peninsula, yang mencakup hunian CasaComo dan area komersial Peninsula District, pengembangannya diperkuat oleh kehadiran Samty Asia Investments Pte. Ltd., bagian dari Samty Group asal Jepang, sebagai investor strategis. Samty Asia hadir membawa pendekatan pengembangan presisi dan keberlanjutan yang khas Jepang.

Managing Director Samty Asia Investments, Takuro Shikida, menambahkan bahwa Peninsula District akan menjadi simbol harmoni antara inovasi, alam, serta kualitas hidup modern yang mencerminkan esensi kehidupan ideal di tepi danau.

Belajar dari Shila: Kunci Hunian Hijau yang Sukses

Apa yang bisa kita pelajari dari Shila at Sawangan?

Pertama, komitmen pada ruang terbuka hijau bukan sekadar angka, tapi filosofi yang dijalankan secara konsisten. Kedua, integrasi dengan alam—danau, creek, dan Gunung Salak—bukan sekadar latar, tapi bagian dari desain kawasan. Ketiga, kolaborasi dengan mitra global membawa standar kualitas yang tinggi dan kepastian bagi konsumen.

Shila membuktikan bahwa hunian hijau bukan hanya tentang tanaman dan taman, tapi tentang menciptakan ekosistem yang sehat, asri, dan berkelanjutan—tanpa mengorbankan kenyamanan modern.

Tertarik merasakan sendiri bagaimana rasanya tinggal di hunian yang selaras dengan alam? Temukan informasi selengkapnya tentang Shila at Sawangan dan berbagai pilihan hunian hijau modernnya di shila.co.id. Siapa tahu, ini saatnya kamu belajar langsung dari konsep hijau yang diterapkan di sana!

Author Profile

Deva Kerneels