Rumah Scandinavian adalah jawaban dari hunian yang tenang, nyaman, dan minimalis. Bagi Anda yang menyukai gaya hidup minimalis, mungkin bisa mempertimbangkan konsep rumah ini. Sebuah hunian yang menyeimbangkan estetika dan fungsionalitas di saat yang bersamaan.

Sesuai namanya, gaya rumah ini berkiblat pada negara-negara di Eropa Utara. Yaitu Scandinavia, Swedia, Norwegia, dan Denmark. Desain arsitektur ini dibuat dengan memperhatikan lingkungan alam di negara tersebut. Hal inilah yang menghasilkan gaya estetika yang minimalis dan fungsional.

Ketahui lebih lanjut terkait konsep dari rumah Scandinavian dan apa yang menarik dari model ini di bawah.

Apa itu Gaya Rumah Scandinavian?

Apa itu Gaya Rumah Scandinavian?

Pada intinya, rumah dengan gaya Scandinavian adalah wujud dari kombinasi minimalis dengan kenyamanan dan fungsionalitas. Hunian ini dirancang dengan gaya desain yang ideal bagi seseorang yang ingin merasa rumah mereka selalu memberikan pelukan hangat dan membuat hidup mereka lebih mudah.

Gaya arsitekturnya dikenal dengan garis-garisnya yang bersih dan palet warna sederhana. Namun jika kita mau membahas asal usul dari penciptaan gaya ini, maka rumah Scandinavian dibangun untuk merespon lokasi dan iklim agar penghuninya tetap nyaman dan dapat hidup dengan baik di dalam lingkungan alam mereka. Mengingat di negara Eropa mengalami musim dingin yang bersalju.

Akan tetapi, desain rumah Scandinavian lebih dari karakteristik minimalis dan garis-garisnya yang bersih saja. Melainkan merupakan perpaduan dari bentuk modernisme, minimalis, dan fungsionalitas.

Sejarah Rumah Scandinavian

Sejarah Rumah Scandinavian

Gaya Scandinavian berasal dari negara-negara Nordik. Seperti Swedia, Denmark, Norwegia, dan Finlandia. Mulai dikenal pada tahun 1950-an ketika pameran desain di Amerika Serikat mempopulerkan estetika Nordik yang minimalis dan fungsional.

Pengaruh utama gaya ini adalah lingkungan alam Scandinavia yang keras. Dimana musim dingin yang panjang dan gelap mempengaruhi kebutuhan akan rumah yang terang, hangat, dan nyaman.

Lalu ada juga beberapa orang yang menyebutkan bahwa, asal usul rumah Scandinavian ini rumah panjang Viking, yang kemudian berevolusi menjadi rumah pertanian yang sering kali melekat pada lumbung dan bangunan luar dengan halaman. Barulah banyak hunian di Scandinavia yang kemudian meniru desain rumah pertanian ini.

Karakteristik Rumah Scandinavian

Meskipun mengusung konsep hunian minimalis, ada ciri khas khusus yang hanya bisa Anda temukan di rumah dengan gaya Scandinavian ini. Yaitu:

Minimalis

Minimalis

Minimalis dari gaya ini fokus pada kesederhanaan dan fungsionalitas. Anda tidak akan menemukan banyak kekacauan dari gaya ini. Dengan menggunakan pendekatan demokratis, gaya ini menggunakan bahan-bahan dari alam untuk desain minimalisnya.

Material dari Bahan Alam

Material dari Bahan Alam

Wilayah Nordik dipenuhi dengan sungai, pulau, dan hutan-hutan yang memberikan banyak sekali material dari bahan alam. Kayu yang baru saja ditebang, wol alami, hingga tekstur anyaman dari tebu dan rotan merupakan bahan-bahan alam yang digunakan. Selain itu, desain ini juga selalu menghadirkan hijau sebagai warna alam. Hal ini merupakan karakteristik utama dari rumah Scandinavian.

Pencahayaan yang Banyak

Pencahayaan yang Banyak

Tahukah Anda bahwa, negara Scandinavian hanya mendapatkan sinar matahari selama tujuh jam pada musim dingin? Jadi, jika Anda ingin membangun hunian dengan gaya ini, maka Anda harus memiliki pencahayaan yang banyak. Trik yang digunakan oleh orang Scandinavia agar ruangan terlihat terang selain menggunakan jendela adalah dengan kayu keras alami atau lantai putih. Lalu dindingnya dicat dengan warna putih atau krem.

Permainan Tekstur

Permainan Tekstur

Gaya minimalis yang dihadirkan dari rumah Scandinavian adalah menciptakan kehangatan melalui tekstil. Alih-alih menempatkan dekorasi yang banyak, gaya ini menggunakan bahan-bahan lembut dari kulit domba, wol, dan mohair untuk menunjukkan teksturnya. Selain untuk estetika, bahan-bahan alami ini juga bisa membuat penghuni rumah selalu terasa hangat ketika musim dingin tiba.

Palet Warna Netral

Palet Warna Netral

Warna netral ada dasar dari desain Scandinavian karena cahaya alami jarang ditemukan di daerah Nordik. Palet warna netral ini berfungsi sebagai aksen dan juga membantu menciptakan ruang seperti kepompong, yang terinspirasi dari alam.

Keseimbangan Antara Kenyamanan dan Minimalis

Keseimbangan Antara Kenyamanan dan Minimalis

Karakteristik rumah Scandinavian selanjutnya adalah adanya keseimbangan antara kenyamanan dan minimalis. Hal ini bisa terlihat dari cara mereka menambahkan banyak tekstil untuk meningkatkan kenyamanan saat meringkuk atau bersantai sambil menjaga furnitur serta dekorasi tetap minimal dan ramping.

Desain Rumah Scandinavian

Selain dari karakteristik di atas, Anda juga bisa menebak rumah Scandinavia dari desainnya. Baik itu desain eksterior maupun interior. Meliputi:

Desain Eksterior Rumah Scandinavian

Desain Eksterior Rumah Scandinavian

Rumah Scandinavian dikenal dengan elemen desain eksteriornya yang unik dan menyatu dengan lingkungan alam. Salah satu fitur yang paling menonjol dari gaya ini adalah penggunaan bahan alami seperti kayu, batu, dan batu bata untuk pelapis eksteriornya. Uniknya, bahan-bahan alami ini hampir tidak pernah dirawat untuk menampilkan keindahan alam yang sesungguhnya.

Bentuk rumahnya pun cenderung sederhana dan inovatif, seolah melengkapi lanskap di sekitarnya. Jendela yang besar, pintu kaca, dan juga penggunaan skylight untuk memungkinkan sinar matahari masuk ke dalam rumah dengan maksimal serta untuk menikmati pemandangan langit yang indah.

Palet warna yang digunakan pun cenderung warna netral atau earth tone untuk menonjolkan kesan sederhananya. Dikarenakan menggunakan material dari bahan alami, maka rumah Scandinavian ini menggunakan produk yang berkelanjutan dan ramah lingkungan dalam proses konstruksinya. Semua elemen ini bersatu untuk menciptakan rumah yang indah dan fungsional yang merayakan keindahan alam.

Desain Interior Rumah Scandinavian

Desain Interior Rumah Scandinavian

Sementara itu, desain interior rumah Scandinavian merupakan cerminan dari eksteriornya dengan fokus pada modernitas, kesederhanaan, dan elemen alami. Hunian ini dirancang untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari stres. Sehingga semuanya diatur, dirapikan, dan ditata sedemikian rupa dengan pendekatan minimalis.

Desain interior dari gaya ini memiliki garis-garis lurus dan tajam. Penggunaan tekstil yang hangat, aksen dekoratif yang sederhana, kombinasi kayu dengan sentuhan akhir logam, hingga penggunaan tanaman hijau dan bunga yang segar bisa Anda temukan di rumah ini.

Palet warna netral juga digunakan di dalam ruangan. Hal yang paling mencolok adalah isi dari dalam rumah tidak berantakan alias semuanya diatur dengan rapi mengisi setiap sudut rumah. Uniknya, arsitektur Scandinavian memiliki banyak kaca agar cahaya matahari yang masuk bisa maksimal. Akan tetapi, orang-orang di Nordik sana jarang sekali melakukan perawatan jendela. Sepertinya hal itu juga berlaku di Indonesia, ya.

Tidak hanya banyak, jendela yang dipasang juga memiliki ukuran yang besar. Kemudian, semua dekorasi dan perabotan yang digunakan fokus pada bentuk dan fungsinya. Inilah mengapa rumah Scandinavian itu memiliki keunikannya tersendiri dan berbeda dari model rumah lainnya.

Mengapa Rumah Scandinavian Sangat Populer?

Keindahan gaya Scandinavian adalah desainnya yang sangat serbaguna dan fungsional. Estetika yang sederhana menjadikan gaya ini cocok digunakan hampir di semua gaya dan era. Sedangkan fasad rumah dan ciri khas bahan alaminya menambahkan elemen drama tersendiri.

Inti dari gaya rumah Scandinavian adalah “apa pun yang ditambah harus memiliki tujuan praktis”. Jika Anda ingin membuat rumah dengan gaya ini, pastikan untuk menata ruangan agar tetap rapi sehingga Anda bisa lebih mudah menghargai keindahan setiap barang yang ada.

Itulah sekilas penjelasan tentang rumah Scandinavian dan apa yang membuatnya menarik. Bagaimana? Apakah Anda tertarik memiliki hunian dengan gaya ini?

Semoga artikel ini bermanfaat!

Author Profile

Shirley Candrawardhani
Shirley berkarir sebagai penulis profesional sejak 2012 yang berantusias menulis topik seputar bisnis, keuangan, dan hukum.