Rumah pertama selalu menjadi primadona bagi semua orang. Baik itu beli dari developer properti atau tanpa perantara. Namun sayangnya, hal tersebut bukanlah perkara mudah yang bisa dilakukan oleh semua orang. Ada beberapa tips beli rumah yang perlu Anda ketahui agar tidak mudah tertipu.

Terutama untuk Anda yang baru pertama kali ingin membeli rumah. Jangan lewatkan berbagai tips beli rumah di bawah ini.

Tips Membeli Rumah Pertama

Tips Membeli Rumah Pertama

Bagi Anda yang ingin membeli rumah, haruslah memiliki ketelitian dan pemahaman yang cukup. Sebab, rumah merupakan salah satu aset dengan harga tinggi dan membelinya merupakan keputusan finansial terbesar. Maka dari itu, Anda harus memiliki strategi dan perencanaan yang matang jika mau membeli rumah.

Tapi tenang saja, kami sudah menyiapkan beberapa tips memilih rumah dan membelinya yang bisa membantu Anda. Di antaranya adalah:

HItung Budget dengan Teliti dan Seksama

Anggaran uang untuk membeli rumah menjadi kunci utama dalam hal ini. Tips beli rumah yang bisa Anda lakukan adalah dengan melakukan penghitungan yang teliti dan seksama. Pastikan Anda menghitung berapa biaya bersih dan biaya kotor yang perlu dikeluarkan.

Mulai dari pembayaran DP, pembayaran notaris untuk mengurus dokumen, bunga yang harus dibayar jika menggunakan KPR, pajak bumi dan bangunan, uang cicilan, asuransi, dan masih banyak lagi biaya yang tidak terhitung. Jika perlu, Anda juga harus menghitung ongkos yang dihabiskan selama bolak balik mengurus dokumen atau administrasi yang diperlukan.

Cash Atau KPR?

Memilih pembayaran yang digunakan adalah tips beli rumah selanjutnya. Mau dibayar secara tunai atau melalui cicilan KPR? Keuntungan dari membayar secara tunai adalah Anda tidak perlu berurusan dengan yang namanya bunga bank. Terutama jika Anda membeli rumah bekas yang langsung dengan pemiliknya. Akan tetapi kekurangannya adalah Anda harus menyiapkan uang dalam jumlah besar.

Sementara itu, cicilan KPR bisa mempermudah Anda dari segi uang karena sistem pembayarannya dicicil per bulan. Meskipun terdengar lebih mudah, sistem pembayaran ini cenderung memiliki bunga yang lebih tinggi. Maka dari itu, ada baiknya untuk melakukan riset dan perbandingan tawaran KPR dari setiap bank.

Pastikan juga Anda membaca syarat dan ketentuan yang berlaku sebelum mengajukan kredit rumah. Lalu perhatikan juga skor riwayat kredit bank Anda. Sebab beberapa bank atau penyedia dana pasti akan selalu melihat dan menghitung rasio utang yang Anda miliki. Jika angkanya tinggi, maka kemungkinan untuk disetujui tidak terlalu besar.

Rumah Baru atau Rumah Bekas?

Tips membeli rumah pertama adalah menentukan apakah Anda ingin membeli rumah baru atau rumah bekas. Keputusan ini perlu dilakukan berdasarkan kebutuhan dan preferensi Anda. Biasanya rumah baru menawarkan banyak kelebihan dan manfaat yang bisa Anda dapatkan, namun harganya jauh lebih tinggi karena pada umumnya berada di area perumahan.

Sementara itu, harga rumah bekas jauh lebih murah dan tidak ada perantara atau pihak ketiga saat melakukan pembayaran. Akan tetapi, umumnya rumah bekas memerlukan beberapa perbaikan atau renovasi total. Pilihan ini juga harus disesuaikan dengan budget yang Anda miliki. Pastikan Anda masih memiliki uang lebih setelah membeli rumah.

Baik rumah baru atau rumah bekas, sebaiknya pertimbangkan harga jual yang sesuai dengan kemampuan. Anda juga bisa melakukan perbandingan untuk menimbang anggaran yang dimiliki.

Lokasi Rumah

Jauh lebih baik jika lokasi rumah berada di pusat kota. Sebab mobilitasnya cukup terjangkau dan memiliki banyak fasilitas yang memadai. Mulai dari sekolah, fasilitas kesehatan, area makan, pusat perbelanjaan, hingga transportasi umum. Sayangnya, harga jualnya juga tinggi karena lokasinya yang strategis.

Sedangkan rumah yang lokasinya agak jauh dari pusat kota memiliki harga jual yang lebih murah. Kekurangannya adalah Anda harus menempuh jarak jauh untuk mencapai beberapa fasilitas yang diinginkan. Kendati demikian, saat ini sudah semakin banyak fasilitas publik yang dibuka meskipun tempatnya jauh dari perkotaan.

Tips memilih rumah yang bisa Anda ikuti adalah pilih lokasi rumah yang dekat dengan inti dari fasilitas publik. Seperti sekolah, rumah sakit, dan transportasi umum. Hal lainnya akan berkembang dengan sendiri dalam waktu dekat.

Perhatikan Material Rumah yang Digunakan

Baik itu rumah baru atau rumah bekas, ada baiknya untuk memperhatikan material rumah yang digunakan. Alasannya karena rumah ini akan Anda tempati dalam waktu yang lama. Sangat disayangkan jika baru beberapa tahun menghuni, rumahnya sudah mengalami keretakan dan masalah lain disana-sini.

Siapkan Dana untuk Membeli Perabotan Rumah

Satu hal yang jarang dilakukan oleh para calon pembeli rumah adalah menyisihkan uang untuk membeli perabotan rumah. Padahal rumah yang dibeli itu dalam keadaan kosong. Kalau tidak ada isinya, bagaimana akan ditempati? Usahakan untuk membeli perabotan yang memang dibutuhkan dulu saat awal menempati rumah kosong. Seperti kebutuhan kamar tidur, dapur, dan juga kamar mandi. Perabotan lainnya bisa diisi sambil berjalan.

Cara Membeli Rumah Di Perumahan

Cara Membeli Rumah Di Perumahan

Biasanya orang-orang lebih suka membeli rumah di perumahan atau komplek. Alasannya karena keamanannya lebih terjamin dibandingkan membeli rumah yang berlokasi di pinggir jalan. Selain itu fasilitas yang ditawarkan juga lebih banyak. Lalu bagaimana cara beli rumah di perumahan?

Berikut beberapa tips beli rumah dari developer properti. Yaitu:

Cek Reputasi Developer Terlebih Dulu

Tips beli rumah yang pertama adalah dengan melakukan cek reputasi developer properti dari kawasan rumah yang Anda incar. Cari tahu bagaimana penilaian orang-orang terhadap pengembang kawasan perumahan tersebut. Bisa dicari melalui internet, media sosial, atau dari testimoni orang-orang yang pernah membeli dari pengembang yang sama.

Cek Fasilitas Umum dan Sosial

Anda perlu cek Fasum dan Fasos yang ditawarkan developer, apakah sudah sesuai dengan kebutuhan atau belum. One gate system, fasilitas taman, kebersihan, keamanan, tempat ibadah, dan lain sebagainya perlu diperhatikan sebelum memutuskan membeli rumah di perumahan.

Beli Rumah dari Pengembangnya Langsung

Di zaman seperti ini, keberadaan calo masih bisa ditemukan. Termasuk calo penjual rumah. Sebaiknya, jika Anda ingin membeli rumah di kawasan perumahan ada baiknya untuk langsung mendatangi lokasinya. Beli rumah dari pengembangnya langsung dan pastikan mereka sudah memiliki izin usaha yang sah. Harap selalu waspada terhadap bentuk penipuan yang marak terjadi.

Jangan Bayar DP Sebelum KPR Disetujui oleh Bank

Tips membeli rumah pertama lainnya adalah untuk tidak membayar DP sebelum cicilan KPR disetujui oleh bank. Hal ini tentunya untuk menghindari kerugian atau hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari. Pastikan KPR Anda sudah disetujui dan ada hitam di atas putih sebelum membayarkan sejumlah uang kepada pihak pengembang.

Periksa Legalitas Dokumen yang Diberikan

Setelah melakukan DP dan menyelesaikan pembayaran lainnya, Anda akan diberikan sejumlah dokumen. Salah satunya adalah sertifikat rumah. Pastikan bahwa nama yang tertulis di dalam sertifikat tersebut adalah nama Anda, bukan atas nama developer properti. Lalu periksa juga dokumen terkait IMB atau izin mendirikan bangunan. Agar tidak terjadi masalah di kemudian hari jika Anda ingin mendirikan bangunan.

Lakukan Proses Pembayaran dan Pengurusan Dokumen Di Depan Notaris

Anda tidak boleh sekali-kali melakukan pembayaran dan/atau pengurusan dokumen secara ilegal! Cara membeli rumah di perumahan yang benar adalah melakukannya di depan notaris. Dengan begitu semua transaksi yang terjadi dilindungi oleh hukum. Jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan, Anda masih dilindungi oleh hukum untuk memperjuangkannya.

Langsung Urus AJB dan SHM

Satu lagi tips beli rumah yang harus Anda lakukan adalah langsung mengurus AJB dan SHM setelah transaksi jual beli rumah dilakukan. AJB adalah akta jual beli yang menjadi bukti bahwa Anda adalah pembeli rumah tersebut. Sedangkan SHM adalah sertifikat hak milik yang menyebutkan bahwa Anda adalah pemilik yang sah atas rumah yang dibeli. Urus dua dokumen penting ini dengan meminta bantuan pada notaris atau PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) terdekat.

Demikianlah beberapa tips beli rumah yang bisa Anda lakukan dan perhatikan agar tidak terkena tipu saat membelinya. Sebaiknya sebelum membeli rumah, lakukan riset dan perhitungan yang matang. Pastikan Anda membeli dari pengembang rumah yang memiliki reputasi baik. Agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, ada baiknya untuk mendatangi lokasi kawasan perumahan yang Anda incar.

Semoga artikel ini bermanfaat!

Author Profile

Shirley Candrawardhani
Shirley berkarir sebagai penulis profesional sejak 2012 yang berantusias menulis topik seputar bisnis, keuangan, dan hukum.