Shila at Sawangan

Membangun Rumah yang Ramah Lansia

9 Tips Membangun Rumah yang Ramah Lansia yang Aman & Nyaman

Mungkin istilah rumah yang ramah lansia masih terdengar asing di telinga Anda. Padahal, hal ini merupakan faktor penting yang harus dimiliki setiap rumah. Terlebih jika Anda memiliki orang tua yang sudah lanjut usia. Kenyamanan merupakan aspek nomor satu yang harus diberikan untuk mereka. Mari kita bahas lebih lanjut di penjelasan bawah ini terkait rumah yang ramah lansia. Apa itu Rumah yang Ramah Lansia? Age friendly housing atau rumah ramah lansia merupakan sebuah tempat tinggal yang dibuat sedemikian rupa untuk mendukung kehidupan orang-orang yang sudah lanjut usia, dengan aman, mandiri, dan nyaman. Tempat tinggal yang dimaksud bukanlah panti jompo, melainkan rumah sendiri. Seiring dengan bertambahnya usia, terutama untuk usia lansia, fungsi dan kemampuan kognitif tubuh mengalami penurunan. Tidak sedikit lansia yang membutuhkan alat bantu untuk beraktivitas sehari-hari. Seperti kursi roda dan tongkat atau kruk jalan. Maka dari itu, Anda harus membangun rumah yang ramah lansia untuk memudahkan mereka dalam melakukan kegiatannya setiap hari. Namun sayangnya, tingkat risiko keselamatan mereka sering kali dilupakan oleh keluarganya. Rumah yang tidak ramah untuk mereka dapat meningkatkan resiko jatuh dan kecelakaan. Padahal, membangun lingkungan yang ramah lansia dapat membantu mereka untuk melakukan kegiatan secara mandiri, menjaga kesehatan mental, serta meminimalisir resiko penyakit lanjutan. Baca Juga: 9 Kriteria Rumah Ideal Untuk Acuan Sebelum Membeli Rumah Tips Membangun Rumah yang Ramah Lansia Rumah yang ramah lansia haruslah memperhatikan aspek keselamatan dengan memberikan kenyamanan maksimal kepada para orang tua. Sama seperti rumah ramah anak, Anda harus menyesuaikan beberapa bagian agar aman untuk para lansia. Berikut beberapa tips yang dapat Anda lakukan: Gunakan Lantai Antislip Tips pertama adalah dengan menggunakan lantai antislip untuk menghindari jatuh karena lantai yang licin. Anda dapat menggunakan lantai dari papan kayu, lantai keramik dengan permukaan kasar, atau menggunakan karpet. Hal ini perlu diperhatikan karena kondisi tubuh lansia yang mulai sulit untuk menemukan keseimbangannya. Baca Juga: Berapa Luas Rumah yang Ideal Keluarga Indonesia? Ini Rinciannya Pasang Handrail Handrail atau pegangan tangan juga termasuk faktor keselamatan yang perlu diperhatikan lainnya. Pasang handrail pada kamar mandi untuk memudahkan mereka dalam duduk dan berdiri, serta berjalan. Selain di kamar mandi, Anda juga dapat memasang pegangan tangan ini di lorong atau dinding rumah, atau di area tempat dimana orang tua Anda sering beraktivitas. Perhatikan Kemudahan Akses dan Lalu Lintas Stamina orang tua Anda tidaklah seperti dulu. Maka dari itu, pastikan mereka mendapatkan kemudahan akses dan lalu lintas. Kendati demikian, mereka masih perlu bergerak untuk tetap aktif. Sebaiknya, dekatkan area kamar mandi, kamar tidur, dapur, dan ruang keluarga. Hal ini akan memudahkan mereka dalam bergerak dan tidak terlalu memakan tenaga. Bagi Anda yang memiliki rumah dua lantai, sebaiknya pindahkan kamar tidur orang tua di lantai satu. Selain itu, Anda juga harus memperhatikan jangkauan mereka. Seperti saat menjangkau keran wastafel, memasak, menyalakan lampu, mengambil piring, dan lain sebagainya. Bila ada yang menggunakan alat bantu seperti kursi roda atau kruk jalan, pastikan ukuran pintu dan lorong sesuai dan pas. Hindari juga penggunaan tangga pada area penting tersebut. Baca Juga: 7 Tips Membangun Rumah yang Kids Friendly dengan Mudah Luas Ruangan yang Cukup Rumah yang ramah lansia haruslah memiliki area yang cukup luas untuk mereka bergerak bebas. Tips ini nantinya akan membantu orang tua Anda menjadi lebih mandiri. Terutama untuk yang menggunakan alat bantu jalan. Diambil dari salah satu sumber, sebaiknya lebar ruas lorong rumah minimal 1,2 meter dan lebar pintu minimal 81 cm. Pencahayaan dan Ventilasi yang Cukup Tak hanya stamina, penglihatan lansia pun mulai berkurang seiring waktu. Untuk menjaga kesehatan matanya, maka rumah yang ramah lansia harus memiliki pencahayaan yang cukup dan terang. Sehingga mereka dapat melihat dengan jelas. Bila perlu, gunakan lampu yang memiliki sensor otomatis dan dapat diatur cahayanya. Lalu perhatikan juga ventilasi dan bukaan di rumah. Udara yang segar dapat membantu meningkatkan mood dan semangat mereka. Umumnya, para lansia suka berjemur di pagi hari. Jadi pastikan rumah Anda dapat menyediakan satu tempat khusus untuk berjemur. Baca Juga: Desain Rumah Minimalis Modern, Karakteristik & Konsepnya Gunakan Perabotan yang Aman Tips membangun rumah yang ramah lansia berikutnya adalah dengan menggunakan perabotan yang aman dan juga aman. Seperti penggunaan sofa, kursi, tempat tidur, meja, dan lain-lainnya harus disesuaikan tingginya dengan orang tua Anda. Tujuannya adalah untuk memudahkan mereka pada saat ingin duduk, berdiri, dan tidur. Pastikan juga perabotan yang digunakan stabil dan tidak goyang untuk menghindari kecelakaan yang tidak diinginkan. Selalu Sedia Alat Kesehatan Selanjutnya, Anda juga perlu menyediakan dan menyiapkan alat kesehatan. Seperti monitor tekanan darah, termometer digital, oksimeter, dan alat lainnya yang dapat memantau kesehatan orang tua. Baca Juga: 8 Sistem Keamanan Rumah Modern dan Canggih Agar Tetap Aman Periksa Kondisi Rumah Secara Rutin Satu lagi tips membangun rumah ramah lansia yang dapat Anda lakukan adalah memeriksa kondisi rumah secara rutin. Anda tidak bisa mengharapkan rumah selalu dalam keadaan bersih dan rapi. Ada baiknya untuk memeriksa secara berkala. Terutama di area atau ruangan yang sering digunakan. Seperti lantai kamar mandi, lantai dapur, memeriksa barang yang sudah habis, dan mengganti barang yang sudah rusak. Dengan begitu Anda dapat mencegah dan meminimalisir resiko bahaya. Pilih Lingkungan yang Tepat untuk Orang Tua Anda Hal lain yang perlu diperhatikan adalah lingkungan tempat tinggal Anda. Pilihlah lingkungan yang tepat, yang masih asri, bersih, serta dapat mendukung aktivitas para lansia di luar rumah. Seperti fasilitas yang ada di Shila at Sawangan. Tidak hanya dikelilingi oleh lingkungan yang asri, Shila at Sawangan juga memiliki fasilitas lengkap yang dapat mendukung aktivitas outdoor untuk para lansia. Seperti jogging track, lapangan olahraga, lakeside view, dan masih banyak lagi. Lingkungan ini nantinya akan membantu mereka untuk terus aktif, bersosialisasi, dan menikmati udara segar di luar rumah. Sehingga mereka juga tidak akan merasa bosan dan tentunya dapat meningkatkan mood. Perlu dicatat bahwa, para lansia juga perlu dibawa keluar rumah agar tidak cepat bosan. Dan kebetulan, Shila at Sawangan memiliki lingkungan yang dapat mendukung kesehatan mental dan fisik para lansia. Anda bisa langsung mengunjungi gallery marketing kami untuk mengecek lokasinya. Alamatnya di Jl. Raya Bojongsari No. 53, Bojongsari Lama, Bojongsari, Depok, Jawa Barat 16517. Atau membuat janji dengan tim pemasaran kami di nomor 0813-8885-4511.

Alat Elektronik Rumah Tangga

Alat Elektronik Rumah Tangga Berdasarkan Kebutuhan Areanya

Hidup berdampingan dengan teknologi yang canggih, membuat kehidupan sehari-hari menjadi nyaman. Tidak heran jika banyak orang yang berinvestasi pada alat elektronik rumah tangga untuk memudahkan pekerjaan mereka. Mulai dari memasak, menyimpan makanan, membersihkan rumah, mencuci, dan lainnya. Namun kira-kira, alat elektronik rumah tangga apa yang paling dibutuhkan? Kami akan memberikan beberapa rekomendasinya untuk Anda. Baca sampai selesai, ya! Rekomendasi Alat Elektronik Rumah Tangga Jika Anda perhatikan, hampir di setiap ruangan rumah Anda memiliki peralatan elektronik. Mulai dari teras depan hingga bagian belakang rumah Anda. Tak dapat dipungkiri bahwa keberadaan teknologi canggih ini dapat memudahkan pekerjaan sehari-hari. Dari sekian banyak alat elektronik rumah tangga, berikut beberapa rekomendasi yang wajib ada di rumah Anda berdasarkan areanya: Baca Juga: Mengenal Smart Home System, Teknologi Pintar untuk Rumah Modern Teras atau Halaman Depan Rumah Mari kita mulai dari bagian terdepan rumah Anda. Alat elektronik yang dapat Anda pasang di area ini meliputi: Semua peralatan tersebut dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan rumah Anda. Terlebih saat ini hampir semua sistem elektronik dapat dikontrol dari jarak jauh dengan menggunakan smart home system. Jadi Anda dapat mengatur dan menyesuaikannya dengan mudah tergantung kebutuhan. Ruang Tamu atau Ruang Keluarga Masuk ke dalam rumah, area pertama yang akan dimasuki adalah ruang tamu atau ruang keluarga. Peralatan elektronik yang ada di area ini umumnya lebih banyak. Namun peralatan yang umum wajib adalah: Baca Juga: Bagaimana Cara Menata Ruang Tamu yang Menyatu dengan Ruang Keluarga? Dapur Dapur merupakan jantung dari sebuah rumah. Jika tidak ada dapur, maka bisa dipastikan rumah itu kehilangan fungsinya sekian persen. Tidak hanya sekedar ruang untuk memasak, tapi juga sebuah ruangan dimana cinta dan kasih sayang tumbuh untuk seluruh keluarga. Alat elektronik rumah tangga yang biasanya ada di dapur adalah: Service Area Selanjutnya kita beranjak ke service area. Dimana Anda melakukan laundry dan segala urusannya. Berikut rekomendasi alat elektronik yang ada di area ini: Kamar Tidur Kamar tidur merupakan area dengan alat elektronik rumah tangga yang lebih personal. Semuanya disesuaikan dengan gaya, kebutuhan, dan preferensi pemilik kamar, seperti: Baca Juga: 10 Desain Kamar Tidur Remaja Simple Kamar Mandi Umumnya, peralatan elektronik di kamar mandi tidaklah banyak. Hal ini karena sifat kamar mandi yang selalu basah dan bermusuhan dengan listrik. Namun bukan berarti Anda tidak dapat memasang alat elektronik rumah tangga. Berikut barang-barang yang umumnya ditempatkan: Ruang Kerja atau Ruang Baca Selanjutnya ada area ruang kerja atau ruang baca yang peralatan elektroniknya tidak banyak tapi juga tidak sedikit, seperti: Dari beberapa rekomendasi alat elektronik rumah tangga di atas, sebaiknya pilih yang hemat energi dan dapat dikontrol menggunakan perangkat pintar. Selain untuk efisiensi energi, Anda juga dapat mengatur, mengontrol, dan menyesuaikannya dengan mudah. Pilih juga peralatan yang memiliki teknologi pintar. Saat ini, ada banyak peralatan elektronik yang dilengkapi dengan smart device. Ada yang dapat mendeteksi jumlah orang di satu ruangan, mendeteksi kebakaran, mendeteksi wajah, hingga mendeteksi tindakan yang mencurigakan. Jadi, sebaiknya pilih alat elektronik rumah tangga yang tidak hanya memudahkan urusan Anda, tetapi juga membuat perasaan menjadi nyaman dan tenang. Ada berapa alat elektronik rumah tangga di kediaman Anda? Apakah semuanya ada? Semoga artikel ini bermanfaat!

Tips Membangun Rumah yang Kids Friendly

7 Tips Membangun Rumah yang Kids Friendly dengan Mudah

Salah satu hal yang perlu Anda pertimbangkan ketika hendak membeli atau membangun sebuah rumah adalah faktor ramah anak. Terutama bila Anda berencana atau sudah memiliki keluarga sendiri dengan anak-anak yang masih aktif bermain. Tapi, bagaimana cara membangun rumah yang kids friendly? Kali ini, kami akan membahas beberapa tips terkait cara membangun rumah yang kids friendly. Anda dapat melihat penjelasan selengkapnya di artikel bawah ini, ya. Apa itu Rumah Ramah Anak? Secara garis besar, pengertian rumah ramah anak adalah sebuah tempat tinggal yang dirancang dan dikelola dengan mempertimbangkan aspek kebutuhan serta keselamatan anak-anak. Tidak hanya dari dalam rumah, tetapi juga dari lingkungan sekitar tempat tinggal. Artinya, rumah tersebut menyediakan lingkungan yang nyaman, aman, dan dapat mendukung perkembangan anak secara keseluruhan dengan maksimal. Baik itu, jasmani, rohani, sosial, dan emosional.  Lingkungan yang ramah anak ternyata dapat memberikan dampak besar terhadap psikologi dan mental mereka. Faktor penting ini dapat membuat mereka merasa dihargai dan disayangi dengan adanya area yang ramah anak. Bila dari dalam rumah Anda dapat membuat area bermain khusus, menggunakan peralatan sehari-hari khusus anak-anak, menghindari furnitur atau dekorasi tajam untuk faktor keselamatan, hingga meletakkan barang atau mainan yang mudah dijangkau oleh anak-anak. Di sisi lain, Anda juga harus mempertimbangkan kawasan tempat tinggal yang ramah anak. Salah satunya seperti menyediakan area bermain outdoor atau indoor khusus anak-anak. Sehingga mereka dapat bermain dengan aman dan tenang bersama teman sebayanya sambil melatih kemampuan sosialisasi. Baca Juga: 13 Pilihan Denah Rumah Minimalis Estetik, Unik, & Modern Bagaimana Cara Membangun Rumah Kids Friendly? Perlu dicatat bahwa, membangun rumah yang kids friendly tidak memiliki kaitannya dengan bentuk fasad secara keseluruhan. Hal terpenting adalah isi di dalam rumah tersebut. Apakah sudah ramah untuk anak atau belum? Berikut beberapa tips cara membangun rumah yang kids friendly yang dapat Anda terapkan, meliputi: Gunakan Dekorasi atau Furnitur yang Aman Lingkungan yang baik untuk tumbuh kembang anak-anak adalah yang dapat menyesuaikan dengan kondisi mereka. Bukan mereka yang menyesuaikan dengan kondisi orang dewasa. Oleh karena itu, sebaiknya gunakan dekorasi atau furnitur yang aman dan kids friendly. Seperti menggunakan rak atau lemari penyimpanan kecil yang memudahkan mereka untuk menjangkau sesuatu, meja dan kursi dengan sudut tumpul, peralatan sehari-hari yang disesuaikan dengan kemampuan motorik anak-anak, serta mainan yang aman dan tidak tajam atau berbahaya. Baca Juga: 3 Tips Pilih Waktu Tepat Beli Rumah Menyediakan Play Room Sebaiknya, sediakan satu ruangan khusus untuk tempat bermain mereka di dalam rumah. Berikan karpet yang empuk, rak penyimpanan untuk buku atau mainan anak-anak, memberikan mainan edukatif, hingga menggunakan cat tembok yang ramah anak. Cat tembok ini tidak hanya aman untuk mereka, tetapi juga dapat dibersihkan kembali ketika anak sedang aktif mencoret-coret. Dengan begitu mereka juga memiliki fasilitas untuk menyalurkan rasa penasaran dan kreativitasnya. Pilihlah warna yang ceria dan cerah untuk menstimulasi sensori penglihatan mereka. Secara tidak langsung, pemilihan warna tersebut dapat mempengaruhi suasana hati mereka. Sebab, anak-anak cenderung menyukai warna cerah, ceria, dan kontras. Terapkan Konsep Open Space Salah satu hal yang harus diperhatikan dari anak-anak adalah mereka sangat aktif. Terapkan konsep open space ketika ingin membangun rumah yang kids friendly. Namun, Anda harus menyingkirkan dekorasi atau furnitur dengan sudut tajam, serta memberikan ruangan cukup luas untuk lalu lintas mereka selama di rumah. Baca Juga: Apa itu Rumah Open Space dan Bagaimana Denahnya? Area untuk Belajar Rasa penasaran dan keingintahuan anak-anak tidak dapat dilarang atau dibendung. Selain menyediakan ruang bermain, ada baiknya untuk menyediakan ruang atau area untuk belajar. Berikan meja dan kursi belajar yang sesuai dengan postur tubuh mereka. Jangan lupakan alat tulisnya seperti pensil, penghapus, dan alat warna. Lebih baik lagi jika Anda juga menyediakan papan tulis untuk belajar. Coba bayangkan, sisi kiri meja belajar ada rak buku bacaan dan sisi kanannya papan tulis. Kegiatan belajar pun dapat jadi menyenangkan. Tambahkan Tingkat Keamanan di Dalam Rumah Bagi Anda yang rumahnya memiliki dua lantai, ada baiknya untuk memasang pagar dan stopper pintu di tangga untuk menghindari anak terjatuh. Pasang juga pengaman jendela agar mereka tidak memanjat terlalu tinggi. Lalu hindari barang-barang yang berbahaya. Seperti benda tajam, bahan kimia berbahaya, obat-obatan, benda-benda kecil, hingga penempatan stop kontak dan kabel elektronik. Simpan dengan rapi di tempat yang sulit dijangkau oleh mereka. Bila memungkinkan, Anda juga dapat memasang kamera CCTV untuk memantau keamanan anak-anak di dalam dan luar rumah. Hal ini karena anak-anak harus terus selalu diawasi meskipun Anda sedang tidak bersama mereka. Jadi Anda dapat mengetahui apakah ada aktivitas atau tindakan berbahaya yang dapat mengancam keselamatan mereka. Baca Juga: Inilah 5 Ciri Rumah yang Pas untuk Keluarga Baru, Apa Saja? Area Bermain Outdoor Tips cara membangun rumah yang kids friendly selanjutnya adalah membuat area bermain outdoor. Terlebih jika Anda memiliki banyak sisa lahan baik di depan atau belakang rumah. Dengan begitu, anak-anak dapat bermain dengan aman di luar rumah untuk eksplorasi dan melatih motorik sensorik mereka. Memiliki Sistem Pencahayaan dan Ventilasi yang Baik Membangun rumah yang kids friendly belum lengkap bila tidak ada sistem pencahayaan dan ventilasi yang baik. Pastikan rumah anak-anak mendapatkan asupan sinar matahari yang cukup baik di dalam maupun di luar rumah. Sebaiknya gunakan lampu yang memiliki pencahayaan lembut atau yang  bisa disesuaikan untuk menjaga penglihatan anak-anak. Selain cahaya, Anda juga perlu memastikan ventilasi di rumah dapat berfungsi dengan baik. Sehingga sirkulasi udara di dalam rumah tetap terjaga serta meminimalisir pertumbuhan jamur dan bakteri yang dapat menimbulkan berbagai penyakit. Baca Juga: 10 Model Jendela Depan Rumah Dari Tampilan Klasik Hingga Estetik Lingkungan Tempat Tinggal yang Tepat untuk Anak-anak Anda Seperti yang disebutkan sebelumnya, selain di dalam rumah, anak-anak perlu melakukan aktivitas di luar rumah. Oleh karena itu, Anda harus mempertimbangkan untuk memilih kawasan tempat tinggal yang memiliki lingkungan kids friendly. Seperti tersedianya area bermain anak-anak, banyak ruang terbuka hijau, sarana olahraga yang ramah anak, hingga lingkungan yang asri, nyaman, bersih, dan aman. Salah satu area perumahan yang tepat untuk tumbuh kembang anak-anak Anda adalah Shila at Sawangan. Semua fasilitas yang disebutkan ada di sini. Tidak hanya itu, semua unit rumah menggunakan konsep open space yang dapat mendukung aktivitas dan gerak anak-anak. Dengan begitu, mereka dapat bergerak bebas dengan nyaman dan senang.Anda dapat melakukan survei terlebih dulu

Mengenal Smart Home System

Mengenal Smart Home System, Teknologi Pintar untuk Rumah Modern

Perkembangan teknologi yang semakin canggih dan mutakhir ternyata memberikan dampak yang signifikan pada industri properti. Hal ini dapat dilihat dari beberapa rumah yang sudah menggunakan smart home system untuk memudahkan mereka dalam mengakses beberapa sistem rumah. Tak hanya itu, dengan memasang sistem rumah pintar di kediaman Anda, maka tingkat keamanan dapat meningkat lebih tinggi. Benarkah demikian? Mari kita bahas bersama di bawah ini. Apa itu Smart Home System? Rumah pintar atau smart home system adalah sebuah tempat tinggal yang menggunakan perangkat terhubung ke internet untuk memungkinkan pemantauan dan pengelolaan peralatan dan sistem rumah dari jarak jauh. Seperti pencahayaan, pendingin ruangan, hingga sistem keamanan rumah. Teknologi rumah pintar ini juga disebut sebagai otomatisasi rumah yang dapat memberikan keamanan, kenyamanan, kemudahan, dan efisiensi energi. Cara kerjanya adalah memasangkan perangkat dengan internet. Setelah itu Anda dapat mengontrol sistem rumah melalui perangkat pintar, seperti ponsel atau tablet dari jarak jauh. Smart home system juga merupakan bagian dari IoT atau Internet of Things, yang di mana sistem dan perangkat rumah beroperasi secara bersamaan. Termasuk berbagai data penggunaan di antara penghuni rumah dan melakukan otomatisasi tindakan berdasarkan preferensi masing-masing. Baca Juga: 8 Sistem Keamanan Rumah Modern dan Canggih Agar Tetap Aman Teknologi Smart Home System Hampir setiap aspek dan peralatan dalam rumah Anda dapat menggunakan sistem pintar ini. Seperti: Smart TV TV pintar ini akan terhubung ke internet agar Anda dapat mengakses konten melalui aplikasi sesuai permintaan. Bahkan beberapa TV pintar juga menggunakan teknologi canggih seperti pengenalan suara atau gerakan. Sistem Pencahayaan Seluruh sistem pencahayaan di rumah Anda dapat dikontrol dari jarak jauh dan disesuaikan dengan kebutuhan. Saking canggihnya, sebagian besar sistem pencahayaan yang pintar dapat mendeteksi jumlah orang yang ada di rumah. Sehingga cahaya dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Beberapa dari bola lampu pintar juga dapat mengatur kepekaan cahaya berdasarkan sinar matahari yang masuk. Baca Juga: Desain Rumah Minimalis Modern, Karakteristik & Konsepnya Smart Door Lock Sebagian besar rumah saat ini sudah menggunakan smart door lock untuk sistem keamanan yang lebih canggih. Keunggulan dari teknologi ini adalah menolak akses untuk pengunjung yang tidak dikenali melalui identifikasi. Seperti sidik jari, kartu akses rumah, dan nomor PIN. Sekarang, ada beberapa smart door lock yang dapat mendeteksi keberadaan penghuni, dan membuka pintu secara otomatis bila Anda ada di dekat rumah. Termostat Pintar Dengan menggunakan termostat pintar, Anda dapat menjadwalkan, memantau, dan mengontrol suhu rumah dari jarak jauh. Perangkat ini juga dapat beradaptasi dengan keadaan rumah dan memberikan modifikasi pengaturan secara otomatis untuk memberikan kenyamanan dan efisiensi maksimum. Peralatan yang termasuk seperti pendingin dan pemanas ruangan. Baca Juga: Smart Door Lock : Simak Kelebihan dan Kekurangan Sebelum Membeli Sistem Keamanan Peralatan keamanan yang termasuk teknologi smart home system adalah kamera CCTV yang memiliki sensor gerak. Kecanggihan dari sistem keamanan ini adalah dapat mendeteksi perbedaan antara penghuni, pengunjung, hewan peliharaan, dan bahkan pencuri sekalipun. Saking canggihnya, beberapa kamera dapat langsung mengirimkan pemberitahuan kepada pihak berwajib bila ada tindakan yang mencurigakan. Peralatan Hewan Peliharaan Bagi Anda yang memiliki hewan peliharaan, kini tidak perlu khawatir bila meninggalkan mereka dalam waktu yang lama. Pasalnya, saat ini sudah ada peralatan hewan peliharaan otomatis. Seperti feeder otomatis yang dapat memberi makan peliharaan dengan takaran yang pas di jam yang sudah ditentukan. Lalu ada juga untuk tanaman yang akan menyiram secara otomatis dengan menggunakan pengatur waktu yang terhubung. Baca Juga: Mengenal Hunian Modern, Karakteristik dan Keistimewaannya Peralatan Dapur Pintar Beberapa merek kitchen appliances, menawarkan berbagai macam peralatan dapur pintar. Mulai dari mesin pembuat kopi, kulkas, kompor, penanak nasi, dan masih banyak lagi. Tidak hanya dapur, ada peralatan elektronik lainnya seperti mesin cuci dan mesin pengering yang juga menggunakan teknologi pintar ini. Monitor Pintar Teknologi smart home system lainnya adalah monitor pintar. Monitor ini memungkinkan Anda untuk mendeteksi adanya lonjakan listrik dan dapat mematikan peralatan elektronik secara otomatis, mendeteksi kegagalan ari atau pipa yang rusak, dan mematikan pengisian air agar tidak banjir atau tumpah sia-sia. Smart Plugs Satu lagi teknologi yang dapat memudahkan aktivitas Anda di rumah adalah smart plugs. Colokan ini terhubung ke soket dinding untuk mengubah perangkat rumah sederhana, seperti lampu, AC, dan kipas angin langit-langit. Sehingga semua peralatan tersebut dapat dikontrol dari jarak jauh melalui aplikasi seluler dengan menggunakan bantuan asisten suara. Baca Juga: Apa itu Rumah Klasik Modern? Seperti Apa Karakteristiknya? Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Teknologi Smart Home System Dibalik kecanggihannya, teknologi ini tetap memiliki kelebihan dan kekurangannya. Hal ini juga dapat membantu Anda untuk mempertimbangkan apakah ingin mengaplikasikan smart home system atau tidak. Di antaranya: Kelebihan Smart Home System: Baca Juga: Ini Dia! 8 Tips Membuat Rumah yang Tenang, Apa Saja? Kekurangan Smart Home System: Fungsi Smart Home System Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa fungsi dari smart home system ini adalah untuk membantu penggunanya dalam aktivitas sehari-hari. Secara tidak langsung, teknologi pintar ini dapat menjadi asisten Anda di rumah. Seperti ketika Anda ingin membuat kopi, namun bisa dikontrol dari jarak jauh. Jadi Anda tinggal menikmati secangkir kopi yang sudah dibuat. Di sisi lain, teknologi pintar ini juga dapat meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup Anda. Bahkan dapat meningkatkan efisiensi energi di rumah Anda. Sehingga Anda bisa menghemat pengeluaran dan juga penggunaan energi. Beberapa merek menyertakan sistem yang dapat mendeteksi penggunaan energi, jumlah orang dalam ruangan, jumlah barang dalam kulkas, mendeteksi kebakaran atau banjir, hingga mendeteksi bila ada tindakan yang mencurigakan dari orang yang tidak dikenal. Dengan kata lain, fungsi smart home system adalah untuk memberikan rasa nyaman, aman, dan ketenangan bagi penggunanya. Demikianlah penjelasan singkat terkait teknologi smart home system yang perlu Anda ketahui. Dari pembahasan di atas, Anda dapat mempertimbangkan apakah perlu memasang sistem rumah pintar atau tidak. Namun hal yang perlu dilakukan adalah Anda harus memiliki koneksi internet atau Wi-Fi. Sebab perangkat ini tidak dapat bekerja jika mengandalkan koneksi internet dari ponsel seperti hotspot. Semoga artikel ini bermanfaat!

Pengertian Townhouse Adalah

Townhouse Adalah: Pengertian, Kelebihan, dan Perbedaannya dengan Cluster

Townhouse adalah salah satu kawasan perumahan yang masih menjadi favorit para pencari rumah untuk dijadikan tempat tinggal. Berbeda dengan cluster, jumlah rumah yang ada di area ini hanya sekitar 30 unit saja. Sedikit, bukan? Akan tetapi, komplek perumahan ini dapat menjadi pilihan Anda yang baru pertama kali ingin membeli rumah baru dan mengutamakan keamanan. Mengapa demikian? Mari kita bahas bersama di penjelasan berikut ini. Townhouse Adalah Dilansir dari beberapa sumber, townhouse adalah sebuah kawasan perumahan dengan beberapa unit rumah yang dibangun secara teratur dan berderet. Paling banyak hanya terdiri dari 30 unit hunian yang dibangun oleh developer untuk kebutuhan pelanggannya di atas lahan terbatas. Orang-orang di Eropa dan Amerika merupakan pelopor dari gaya perumahan ini. Rumah-rumah dibangun berderatan dengan ciri khas dua dinding yang digunakan bersama. Dengan kata lain, Anda akan berbagi dinding dengan tetangga dan tidak ada batas pemisah di antara rumah satu dengan lainnya. Sama seperti cluster, desain fasadnya pun dibuat dengan detail yang sama. Mulai dari warna, elemen dekorasi, elemen dasar, elemen visual, dan lainnya. Kendati demikian, keunggulan dari townhouse adalah menawarkan hunian yang bersifat privat dan eksklusif untuk para penghuninya. Ditambah tingkat keamanan yang tinggi dengan one gate system. Lalu dari segi fasilitas dan tata lingkungan, semuanya sama dengan cluster. Anda akan mendapatkan fasilitas lengkap serta lingkungan tempat tinggal yang nyaman, bersih, dan asri. Hanya saja, harga jual satu unitnya lebih mahal dibandingkan rumah yang ada di kawasan cluster. Sebab, target pasar dari townhouse adalah kelas menengah ke atas. Baca Juga: Cluster The Grove: Hunian Modern dengan Fasilitas Lengkap Sudah Siap Ditempati Perbedaan Cluster dan Townhouse Adalah Lalu apa perbedaannya dengan cluster? Berikut beberapa perbedaan dari kedua jenis perumahan yang populer ini: Cluster: Baca Juga: Perumahan Cluster Adalah: Pengertian, Karakteristik, & Keunggulannya Townhouse: Kelebihan Townhouse Adalah Dari perbedaan di atas, apakah Anda sudah menyadari apa kelebihan tinggal di komplek townhouse? Beberapa keunggulan tinggal di townhouse adalah: Sistem Keamanan yang Tinggi Semua perumahan townhouse menggunakan one gate system untuk akses keluar masuknya. Ditambah dengan penempatan CCTV di berbagai sudut dan para petugas keamanan yang siap menjaga rumah Anda. Area komplek ini merupakan tempat tinggal yang tepat bagi Anda yang sangat menginginkan tingkat keamanan yang tinggi. Pasalnya, karena jumlah unit yang terbatas, setiap orang yang masuk ke dalam komplek akan mudah untuk dikenali dan diawasi. Bahkan sebagian besar dari townhouse mewajibkan orang yang ingin masuk untuk mengisi data. Meskipun untuk mengantar paket sekalipun. Kelebihan inilah yang membuat Anda menjadi lebih tenang, aman, dan nyaman. Baca Juga: Kenal Lebih Dekat Tipe Veranda Cluster Laguna di Shila at Sawangan Private dan Terbatas Jumlah rumah dalam satu komplek townhouse adalah sekitar 10 sampai 30 unit saja. Hal inilah yang menjadi ciri khas utama yang membedakan townhouse dengan jenis perumahan lainnya. Selain itu, developer juga akan membangun dinding yang tinggi untuk memberikan kesan eksklusif dan privasi ekstra bagi para penghuni. Memiliki Fasilitas Lengkap Umumnya, fasilitas yang dimiliki townhouse lebih lengkap dibandingkan cluster. Fasilitas ini termasuk sarana olahraga, taman hijau, area bermain anak, club house, dan beberapa fasilitas lainnya yang dapat membuat para penghuni merasa nyaman saat menjalani aktivitas sehari-hari. Baca Juga: 8 Fasilitas Olahraga di Perumahan untuk Mendukung Hidup Sehat Berada di Lokasi Strategis Seperti yang disebutkan di atas, lokasi townhouse adalah di pusat kota atau dekat dengan industri bisnis dan perkantoran. Tentunya, lokasi yang strategis ini juga akan memudahkan para penghuninya untuk mobilitas dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Selain dekat dengan area kantor, kawasan perumahan ini juga dekat dengan fasilitas publik lainnya. Seperti sekolah, rumah sakit, pusat perbelanjaan, dan transportasi umum. Desain Rumah yang Eksklusif Meskipun dibuat dengan desain yang sama untuk setiap unit, pihak pengembang memilih menggunakan desain yang eksklusif dan mewah. Bahkan desain fasadnya berbeda dengan cluster dan perumahan lainnya. Selain itu, jumlah lantai untuk setiap rumahnya juga dibuat sama. Sehingga tidak ada rumah yang berbeda. Baca Juga: 4 Manfaat Tinggal di Hunian dengan Konsep Ruang Terbuka Hijau Lingkungan yang Rapi Kendati berada di pusat kota dan dekat dengan kawasan industri bisnis, lingkungan yang ada di townhouse sangat terjaga kerapian, kebersihan, dan keasriannya. Pihak pengembang menyediakan kawasan hijau untuk para penghuni. Sehingga Anda dapat merasakan udara segar meskipun tinggal di pusat kota yang penuh dengan polusi. Bila Anda bertanya, mana yang lebih unggul antara cluster dan townhouse? Maka kami tidak dapat memberikan jawaban yang pasti. Pasalnya setiap orang memiliki kebutuhan dan preferensi masing-masing. Setiap jenis perumah memiliki ciri khas dan kelebihannya yang menjadi nilai jual yang kuat. Sekarang tinggal tergantung Anda. Ingin tinggal di kawasan cluster atau townhouse? Semoga artikel ini bermanfaat!